Skip to main content

قَالَ يٰهٰرُوْنُ مَا مَنَعَكَ اِذْ رَاَيْتَهُمْ ضَلُّوْٓا ۙ  ( طه: ٩٢ )

qāla
قَالَ
(Musa) berkata
yāhārūnu
يَٰهَٰرُونُ
Hai Harun
مَا
apa yang
manaʿaka
مَنَعَكَ
mencegah/menghalangi kamu
idh
إِذْ
ketika
ra-aytahum
رَأَيْتَهُمْ
kamu melihat mereka
ḍallū
ضَلُّوٓا۟
mereka telah sesat

“Qāla Yā Hārūnu Mā Mana`aka 'Idh Ra'aytahum Đallū.” (Ṭāʾ Hāʾ/20:92)

Artinya:

“Dia (Musa) berkata, “Wahai Harun! Apa yang menghalangimu ketika engkau melihat mereka telah sesat,” (QS. Taha: 92)

Melihat kesesatan kaumnya, Nabi Musa marah dan menegur Nabi Harun karena dianggap tidak mampu memimpin Bani Israil dengan baik. Sambil memegang kepala dan janggut saudaranya itu, dia berkata, “Wahai Harun! Allah mengutusmu untuk membantuku. Apa yang menghalangimu untuk menegur ketika engkau melihat mereka telah sesat dengan menyembah patung anak sapi? Apa yang menyebabkan engkau tidak mengikuti aku dalam berdakwah dan mengajak mereka untuk mengesakan Allah? Apakah engkau telah sengaja melanggar perintahku sehingga engkau membiarkan mereka sesat?”