Skip to main content

ثُمَّ اَرْسَلْنَا مُوْسٰى وَاَخَاهُ هٰرُوْنَ ەۙ بِاٰيٰتِنَا وَسُلْطٰنٍ مُّبِيْنٍۙ  ( ٱلْمُؤْمِنُون: ٤٥ )

thumma
ثُمَّ
kemudian
arsalnā
أَرْسَلْنَا
Kami utus
mūsā
مُوسَىٰ
Musa
wa-akhāhu
وَأَخَاهُ
dan saudaranya
hārūna
هَٰرُونَ
Harun
biāyātinā
بِـَٔايَٰتِنَا
dengan ayat-ayat kami
wasul'ṭānin
وَسُلْطَٰنٍ
dan kekuasaan/keterangan
mubīnin
مُّبِينٍ
yang nyata

“Thumma 'Arsalnā Mūsaá Wa 'Akhāhu Hārūna Bi'āyātinā Wa Sulţānin Mubīnin.” (al-Muʾminūn/23:45)

Artinya:

“Kemudian Kami utus Musa dan saudaranya Harun dengan membawa tanda-tanda (kebesaran) Kami, dan bukti yang nyata,” (QS. Al-Mu'minun: 45)

Generasi demi generasi telah dibinasakan akibat kedurhakaan mereka, kemudian setelah itu Kami utus Nabi Musa dan saudaranya, Harun, dengan membawa tanda-tanda kebesaran Kami dan bukti yang nyata berupa argumentasi kebenaran yang tidak terbantahkan. Mereka membawanya kepada Fir’aun dan para pemuka kaum-nya, tetapi tanpa berpikir panjang mereka bersikap angkuh sehingga enggan menyambut ajakan kedua rasul tersebut, dan mereka sejak dahulu memang kaum yang sombong, melecehkan kebenaran, dan memandang rendah orang lain.