Skip to main content

۞ قَالُوْٓا اَنُؤْمِنُ لَكَ وَاتَّبَعَكَ الْاَرْذَلُوْنَ ۗ   ( ٱلشُّعَرَاء: ١١١ )

qālū
قَالُوٓا۟
mereka berkata
anu'minu
أَنُؤْمِنُ
apakah kami akan beriman
laka
لَكَ
kepadamu
wa-ittabaʿaka
وَٱتَّبَعَكَ
dan mengikuti kamu
l-ardhalūna
ٱلْأَرْذَلُونَ
orang-orang yang hina

“Qālū 'Anu'uminu Laka Wa Attaba`aka Al-'Ardhalūna.” (aš-Šuʿarāʾ/26:111)

Artinya:

“Mereka berkata, “Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina?”” (QS. Asy-Syu'ara': 111)

Mereka berkata, “Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina?” Pengikut Nabi Nuh banyak dari golongan rakyat jelata, karena merekalah yang banyak terzalimi dari sistem yang ada, bukan dari kalangan bangsawan yang senang dengan kedudukan mereka. Begitulah mereka melihat persoalan bukan dari ajarannya tapi dari orang yang mengikuti ajaran itu.