Skip to main content

قَالُوْا لَا ضَيْرَ ۖاِنَّآ اِلٰى رَبِّنَا مُنْقَلِبُوْنَ ۚ   ( ٱلشُّعَرَاء: ٥٠ )

qālū
قَالُوا۟
mereka berkata
لَا
tidak
ḍayra
ضَيْرَۖ
kemudaratan
innā
إِنَّآ
sesungguhnya kami
ilā
إِلَىٰ
kepada
rabbinā
رَبِّنَا
Tuhan kami
munqalibūna
مُنقَلِبُونَ
orang-orang yang kembali

“Qālū Lā Đayra 'Innā 'Ilaá Rabbinā Munqalibūna.” (aš-Šuʿarāʾ/26:50)

Artinya:

“Mereka berkata, “Tidak ada yang kami takutkan, karena kami akan kembali kepada Tuhan kami.” (QS. Asy-Syu'ara': 50)

Namun ancaman Fir’aun tidak menyurutkan tekad mereka untuk terus beriman kepada Allah. Demikianlah hati jika sudah tenteram dengan keimanan tidak akan mudah goyah dengan ancaman apa pun. Para pesihir itu bahkan berani berterus terang dengan keimanan mereka. Mereka berkata, “Tidak ada sama sekali yang kami takutkan dengan semua yang engkau ancamkan kepada kami, karena pada akhirnya kami semua akan mati, kami akan kembali kepada Tuhan kami dan kami harus mempertanggungjawabkan perbuatan kami di hadapan Tuhan kami.