Skip to main content

وَقَالُوْا يٰٓاَيُّهَ السّٰحِرُ ادْعُ لَنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِنْدَكَۚ اِنَّنَا لَمُهْتَدُوْنَ   ( ٱلْزُّخْرُف: ٤٩ )

waqālū
وَقَالُوا۟
dan mereka berkata
yāayyuha
يَٰٓأَيُّهَ
hai
l-sāḥiru
ٱلسَّاحِرُ
ahli sihir
ud'ʿu
ٱدْعُ
berdo'alah kamu
lanā
لَنَا
untuk kami
rabbaka
رَبَّكَ
Tuhanmu
bimā
بِمَا
dengan apa
ʿahida
عَهِدَ
Dia janjikan
ʿindaka
عِندَكَ
di sisimu
innanā
إِنَّنَا
sesungguhnya kami
lamuh'tadūna
لَمُهْتَدُونَ
benar-benar mendapat petunjuk

“Wa Qālū Yā 'Ayyuhā As-Sāĥiru Ad`u Lanā Rabbaka Bimā `Ahida `Indaka 'Innanā Lamuhtadūn.” (az-Zukhruf/43:49)

Artinya:

“Dan mereka berkata, “Wahai pesihir! Berdoalah kepada Tuhanmu untuk (melepaskan) kami sesuai dengan apa yang telah dijanjikan-Nya kepadamu; sesungguhnya kami (jika doamu dikabulkan) akan menjadi orang yang mendapat petunjuk.”” (QS. Az-Zukhruf: 49)

Dan setiap ada bencana yang ditimpakan kepada Fir’aun dan kaumnya, mereka berkata, “Wahai pesihir, maksudnya Nabi Musa, berdoalah kepada Tuhanmu untuk mengangkat bencana itu dan melepaskan kami dari bencana yang menimpa kami sesuai dengan apa yang telah dijanjikan-Nya kepadamu; sesungguhnya jika doamu dikabulkan, hai Musa, kami akan menjadi orang yang mendapat petunjuk.”