Skip to main content

فَذَكِّرْ فَمَآ اَنْتَ بِنِعْمَتِ رَبِّكَ بِكَاهِنٍ وَّلَا مَجْنُوْنٍۗ   ( ٱلطُّور: ٢٩ )

fadhakkir
فَذَكِّرْ
maka berilah peringatan
famā
فَمَآ
maka tidaklah
anta
أَنتَ
kamu
biniʿ'mati
بِنِعْمَتِ
dengan nikmat
rabbika
رَبِّكَ
Tuhanmu
bikāhinin
بِكَاهِنٍ
dengan dukun/tukang tenung
walā
وَلَا
dan tidak
majnūnin
مَجْنُونٍ
seorang gila

“Fadhakkir Famā 'Anta Bini`mati Rabbika Bikāhinin Wa Lā Majnūnin.” (aṭ-Ṭūr/52:29)

Artinya:

“Maka peringatkanlah, karena dengan nikmat Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula orang gila.” (QS. At-Tur: 29)

Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk melanjutkan dak-wahnya, “Bila kesudahan manusia itu sesuai amal dan perbuatan masing-masing, maka peringatkanlah orang-orang kafir itu karena dengan nikmat dari Tuhanmu, engkau bukanlah seorang tukang tenung, seperti tuduhan mereka, yang menyampaikan berita gaib tanpa dasar yang jelas, dan engkau bukan pula orang gila yang berpikiran kacau.