Skip to main content

مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْرَاَهَا ۗاِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌۖ   ( ٱلْحَدِيد: ٢٢ )

مَآ
tidak
aṣāba
أَصَابَ
menimpa
min
مِن
dari
muṣībatin
مُّصِيبَةٍ
bencana
فِى
pada
l-arḍi
ٱلْأَرْضِ
bumi
walā
وَلَا
dan tidak
فِىٓ
pada
anfusikum
أَنفُسِكُمْ
diri kalian sendiri
illā
إِلَّا
kecuali
فِى
pada
kitābin
كِتَٰبٍ
kitab
min
مِّن
dari
qabli
قَبْلِ
sebelum
an
أَن
bahwa
nabra-ahā
نَّبْرَأَهَآۚ
Kami menciptakannya
inna
إِنَّ
sesungguhnya
dhālika
ذَٰلِكَ
demikian/itu
ʿalā
عَلَى
atas
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
yasīrun
يَسِيرٌ
mudah

“Mā 'Aşāba Min Muşībatin Fī Al-'Arđi Wa Lā Fī 'Anfusikum 'Illā Fī Kitābin Min Qabli 'An Nabra'ahā 'Inna Dhālika `Alaá Allāhi Yasīrun.” (al-Ḥadīd/57:22)

Artinya:

“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.” (QS. Al-Hadid: 22)

Usai menjelaskan karunia-Nya kepada orang memohon ampunan, Allah menerangkan bahwa semua yang terjadi di alam ini merupakan ketetapan Allah yang tertulis di Lauh Mahfuz. Setiap bencana yang menimpa di bumi, seperti gempa, banjir, erupsi, dan lainnya, dan demikian pula bencana yang menimpa dirimu sendiri, seperti sakit, kecelakaan, dan lainnya, semuanya telah tertulis dalam Kitab yang disebut Lauh Mahfuz sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu, yaitu semua yang terjadi, sangat mudah bagi Allah.23. Kami beritahukan hal tersebut agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak dapat kamu capai, dan jangan pula terlalu gembira dan sombong terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan ketahuilah, Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri dengan kelebihan atau anugerah yang Dia karuniakan.