Skip to main content

وَاِسْمٰعِيْلَ وَالْيَسَعَ وَيُوْنُسَ وَلُوْطًاۗ وَكُلًّا فَضَّلْنَا عَلَى الْعٰلَمِيْنَۙ   ( ٱلْأَنْعَام: ٨٦ )

wa-is'māʿīla
وَإِسْمَٰعِيلَ
dan Ismail
wal-yasaʿa
وَٱلْيَسَعَ
dan Alyasa'
wayūnusa
وَيُونُسَ
dan Yunus
walūṭan
وَلُوطًاۚ
dan Luth
wakullan
وَكُلًّا
dan makanlah
faḍḍalnā
فَضَّلْنَا
Kami lebihkan
ʿalā
عَلَى
atas
l-ʿālamīna
ٱلْعَٰلَمِينَ
umat/semesta alam

“Wa 'Ismā`īla Wa Al-Yasa`a Wa Yūnis Wa Lūţāan Wa Kullāan Fađđalnā `Alaá Al-`Ālamīna.” (al-ʾAnʿām/6:86)

Artinya:

“dan Ismail, Alyasa‘, Yunus, dan Lut. Masing-masing Kami lebihkan (derajatnya) di atas umat lain (pada masanya),” (QS. Al-An'am: 86)

Dan demikian juga Ismail putra Ibrahim bersama Hajar yang dikenal sangat tabah, juga Alyasa' yang sangat santun dalam membimbing kaumnya, Yunus yang mendapat cobaan tinggal di perut ikan, dan Lut yang merupakan anak saudara Nabi Ibrahim. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat lain pada masanya.
Ayat ini menyebut 18 dari 25 nabi yang wajib diimani kenabian mereka. Tujuh sisanya disebut pada ayat lain, yaitu Nabi Adam, Nabi Idris, Nabi Hud, Nabi Syuaib, Nabi Saleh, Nabi Zulkifli, dan Nabi Muhammad.