Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
وَجَآءَ
dan datanglah
ٱلسَّحَرَةُ
ahli-ahli sihir
فِرْعَوْنَ
Fir'aun
قَالُوٓا۟
mereka mengatakan
إِنَّ
sesungguhnya
لَنَا
bagi kami
لَأَجْرًا
sungguh (dapat) upah
إِن
jika
كُنَّا
kami adalah
نَحْنُ
kami
ٱلْغَٰلِبِينَ
orang-orang yang menang

Wa Jā'a As-Saĥaratu Fir`awna Qālū 'Inna Lanā La'ajrāan 'In Kunnā Naĥnu Al-Ghālibīna.

Tafsir Bahasa:

Dan para pesihir datang kepada Fir‘aun. Mereka berkata, “(Apakah) kami akan mendapat imbalan, jika kami menang?”

(113) Setelah Firaun mengerahkan orang-orangnya untuk mengumpulkan para ahli sihir yang pandai dari berbagai pelosok wilayah kekuasaannya, ketika para ahli sihir tersebut datang kepada Firaun, dan mereka pun berkata kepadanya, "Apakah kami akan mendapatkan imbalan jasa, atas tugas yang berat ini, bila kami berhasil mengalahkan Musa?" Demikian motivasi para ahli sihir sama dengan latar belakang perjuangan para pembesar Firaun yaitu materi, kedudukan dan uang, tidak ada sama sekali idealisme, spiritualisme maupun moralitas yang luhur. Tujuan hidupnya hanya untuk sesaat yaitu uang.