Skip to main content

ثُمَّ يُقَالُ هٰذَا الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تُكَذِّبُوْنَۗ  ( ٱلْمُطَفِّفِين: ١٧ )

thumma
ثُمَّ
kemudian
yuqālu
يُقَالُ
dikatakan
hādhā
هَٰذَا
ini
alladhī
ٱلَّذِى
yang (azab)
kuntum
كُنتُم
kalian adalah
bihi
بِهِۦ
dengannya/padanya
tukadhibūna
تُكَذِّبُونَ
kamu mendustakan

“Thumma Yuqālu Hādhā Al-Ladhī Kuntum Bihi Tukadhdhibūna.” (al-Muṭaffifīn/83:17)

Artinya:

“Kemudian, dikatakan (kepada mereka), “Inilah (azab) yang dahulu kamu dustakan.”” (QS. Al-Mutaffifin: 17)

Kemudian dikatakan kepada mereka dengan nada geram, “Inilah azab yang dahulu kamu dustakan.” Pada saat itulah mereka yang dahulu mendustakan hari akhirat merasakan sakitnya siksa, kerugian, dan penyesalan yang mendalam.