Skip to main content

فَلَمَّآ اٰتٰىهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ بَخِلُوْا بِهٖ وَتَوَلَّوْا وَّهُمْ مُّعْرِضُوْنَ   ( ٱلتَّوْبَة: ٧٦ )

falammā
فَلَمَّآ
maka setelah
ātāhum
ءَاتَىٰهُم
(Allah) memberi mereka
min
مِّن
dari
faḍlihi
فَضْلِهِۦ
karuniaNya
bakhilū
بَخِلُوا۟
mereka kikir
bihi
بِهِۦ
dengannya
watawallaw
وَتَوَلَّوا۟
dan mereka berpaling
wahum
وَّهُم
dan mereka
muʿ'riḍūna
مُّعْرِضُونَ
orang-orang yang membelakangi

“Falammā 'Ātāhum Min Fađlihi Bakhilū Bihi Wa Tawallaw Wa Hum Mu`riđūna.” (at-Tawbah/9:76)

Artinya:

“Ketika Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir dan berpaling, dan selalu menentang (kebenaran).” (QS. At-Taubah: 76)

Namun, ternyata mereka mengingkari janji. Buktinya, ketika Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir. Jangankan berinfak, zakat pun tidak mereka keluarkan sesuai dengan janjinya sendiri, dan bahkan mereka berpaling dari Allah dan Rasul-Nya dan selalu menentang kebenaran.