Skip to main content

وَالْاَرْضَ مَدَدْنٰهَا وَاَلْقَيْنَا فِيْهَا رَوَاسِيَ وَاَنْۢبَتْنَا فِيْهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَّوْزُوْنٍ  ( ٱلْحِجْر: ١٩ )

wal-arḍa
وَٱلْأَرْضَ
dan bumi
madadnāhā
مَدَدْنَٰهَا
Kami bentangkannya
wa-alqaynā
وَأَلْقَيْنَا
dan Kami letakkan
fīhā
فِيهَا
didalamnya/padanya
rawāsiya
رَوَٰسِىَ
gunung-gunung
wa-anbatnā
وَأَنۢبَتْنَا
dan Kami tumbuhkan
fīhā
فِيهَا
didalamnya/padanya
min
مِن
dari
kulli
كُلِّ
tiap-tiap/segala
shayin
شَىْءٍ
sesuatu
mawzūnin
مَّوْزُونٍ
menurut ukuran

“Wa Al-'Arđa Madadnāhā Wa 'Alqaynā Fīhā Rawāsiya Wa 'Anbatnā Fīhā Min Kulli Shay'in Mawzūnin.” (al-Ḥijr/15:19)

Artinya:

“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan Kami pancangkan padanya gunung-gunung serta Kami tumbuhkan di sana segala sesuatu menurut ukuran.” (QS. Al-Hijr: 19)

Usai menyebut tanda kekuasaan-Nya di langit, Allah lalu beralih menyebut tanda kekuasaan-Nya di bumi. Allah menyatakan, "Dan Kami telah menghamparkan bumi sebagai pijakan bagi manusia, dan Kami pancangkan padanya gunung-gunung yang kukuh sebagai pasak bagi bumi agar tidak roboh dan berguncang sehingga manusia menjadi aman, serta Kami ciptakan dan tumbuhkan di sana segala sesuatu, seperti tumbuhan yang beragam, menurut ukuran yang seimbang dan tepat; semuanya demi kemaslahatan makhluk-Nya.