Skip to main content

ۨالَّذِيْنَ كَانَتْ اَعْيُنُهُمْ فِيْ غِطَاۤءٍ عَنْ ذِكْرِيْ وَكَانُوْا لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ سَمْعًا ࣖ  ( ٱلْكَهْف: ١٠١ )

alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
kānat
كَانَتْ
adalah
aʿyunuhum
أَعْيُنُهُمْ
mata mereka
فِى
dalam
ghiṭāin
غِطَآءٍ
tertutup
ʿan
عَن
dari
dhik'rī
ذِكْرِى
peringatan-Ku
wakānū
وَكَانُوا۟
dan adalah mereka
لَا
tidak
yastaṭīʿūna
يَسْتَطِيعُونَ
mereka dapat/sanggup
samʿan
سَمْعًا
mendengar

“Al-Ladhīna Kānat 'A`yunuhum Fī Ghiţā'in `An Dhikrī Wa Kānū Lā Yastaţī`ūna Sam`āan.” (al-Kahf/18:101)

Artinya:

“(yaitu) orang yang mata (hati)nya dalam keadaan tertutup (tidak mampu) dari memperhatikan tanda-tanda (kebesaran)-Ku, dan mereka tidak sanggup mendengar.” (QS. Al-Kahf: 101)

Mereka yang kafir itu adalah orang-orang yang mata kepala dan hatinya tidak digunakan untuk memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah, baik yang terdapat di alam semesta maupun yang tertulis dalam Kitab Suci. Mata mereka selalu dalam keadaan tertutup sehingga mereka terdorong untuk berpaling dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku yang tersebar di jagad raya, dan mereka juga tidak sanggup dan enggan mendengar apalagi mematuhi seruan yang mengajak menuju kebenaran.