Skip to main content

كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْۙ وَلَا تَطْغَوْا فِيْهِ فَيَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبِيْۚ وَمَنْ يَّحْلِلْ عَلَيْهِ غَضَبِيْ فَقَدْ هَوٰى   ( طه: ٨١ )

kulū
كُلُوا۟
makanlah
min
مِن
dari
ṭayyibāti
طَيِّبَٰتِ
yang baik-baik
مَا
apa
razaqnākum
رَزَقْنَٰكُمْ
Kami telah rezekikan kepadamu
walā
وَلَا
dan janganlah
taṭghaw
تَطْغَوْا۟
kamu melewati batas
fīhi
فِيهِ
padanya
fayaḥilla
فَيَحِلَّ
maka halal/menimpa
ʿalaykum
عَلَيْكُمْ
atas kalian
ghaḍabī
غَضَبِىۖ
kemurkaan-Ku
waman
وَمَن
dan barangsiapa
yaḥlil
يَحْلِلْ
halal/menimpa
ʿalayhi
عَلَيْهِ
atasnya
ghaḍabī
غَضَبِى
kemurkaan-Ku
faqad
فَقَدْ
maka sesungguhnya
hawā
هَوَىٰ
binasalah dia

“Kulū Min Ţayyibāti Mā Razaqnākum Wa Lā Taţghaw Fīhi Fayaĥilla `Alaykum Ghađabī Wa Man Yaĥlil `Alayhi Ghađabī Faqad Hawaá.” (Ṭāʾ Hāʾ/20:81)

Artinya:

“Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Barangsiapa ditimpa kemurkaan-Ku, maka sungguh, binasalah dia.” (QS. Taha: 81)

Dengan semua anugerah itu, makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu, yaitu mann dan salwa, dan janganlah melampaui batas. Jangan langgar tuntunan-Ku yang pada akhirnya menyebabkan kemurkaan-Ku akan menimpamu. Ketahuilah, barang siapa ditimpa kemurkaan-Ku, maka sungguh binasalah dia akibat siksa itu.