Barangsiapa mengerjakan kebajikan, dan dia beriman, maka usahanya tidak akan diingkari (disia-siakan), dan sungguh, Kamilah yang mencatat untuknya. (QS. [21] Al-Anbiya' : 94)
1 Tafsir Ringkas Kemenag
Manusia dalam mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Allah sangat tergantung kepada pilihan hidupnya di dunia. Barang siapa mengerjakan kebajikan kepada Allah, sesama manusia, dan alam, dan dia melakukan kebajikan itu sebagai orang beriman, atas dasar keimanannya yang mantap, maka usahanya sekecil apa pun juga dalam mewujudkan kebajikan itu tidak akan diingkari, disia-siakan hingga terbuang percuma, tetapi akan tetap tersimpan; dan sungguh, Kamilah yang mencatat perbuatan baik itu untuknya. Demikian juga, perbuatan buruk sekecil apa pun tercatat dengan akurat dan akan diperlihatkan kepada tiap-tiap manusia dengan objektif.
2 Tafsir Lengkap Kemenag
Dalam ayat ini Allah menjamin bahwa amal kebajikan yang dilakukan oleh seseorang yang beriman, betapapun kecilnya, namun Allah akan membalasnya dengan kebaikan pula. Amal kebajikan itu tidak akan hilang percuma, dan tidak akan diingkari karena Allah telah menuliskannya untuk orang yang melakukannya. Jaminan Allah untuk memberikan balasan atas setiap kebajikan hamba-Nya terdapat dalam firman-Nya: Dan barang siapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik. (al-Isra`/17: 19) Firman-Nya lagi pada ayat yang lain: Sungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan yang baik itu. (al-Kahf/18: 30)
3 Tafsir Ibnu Katsir
Firman Allah Swt.:
Maka barang siapa yang mengerjakan amal saleh, sedangkan ia beriman.
Yaitu kalbunya membenarkan dan anggota tubuhnya mengerjakan amal saleh.
...maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu.
semakna dengan apa yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat lain melalui firman-Nya:
Sesungguhnya Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan baik. (Al Kahfi:30)
Yakni usahanya alias amal perbuatannya tidak akan diingkari, melainkan diberi balasan, dia tidak akan dianiaya barang seberat zarrah pun. Karena itulah dalam akhir ayat ini disebutkan oleh firman-Nya:
...sesungguhnya Kami menuliskan amalnya itu untuknya.
Yaitu semua amal perbuatannya dicatat (di dalam kitab catatan amal masing-masing), maka tiada sesuatu pun dari amal perbuatannya yang tersia-sia.
4 Tafsir Al-Jalalain
(Maka barang siapa mengerjakan amal saleh, sedang ia beriman, maka tidak ada pengingkaran) tidak diingkari (terhadap amalannya dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya) Kami perintahkan Malaikat-malaikat penulis amal untuk menuliskannya, kemudian akan Kami balas amal perbuatan itu.
5 Tafsir Quraish Shihab (Al-Misbah)
Barangsiapa yang mengerjakan suatu amal perbuatan baik, sementara ia beriman kepada Allah dan agama yang diridai-Nya, urusannya tidak akan sia-sia sedikit pun. Sebaliknya ia akan diberi balasan dengan sempurna. Hal itu, karena segala usaha akan dicatat dengan teliti oleh juru tulis dari Kami yang tidak mungkin meninggalkan sesuatu sedikit pun.