Skip to main content

۞ اَوْفُوا الْكَيْلَ وَلَا تَكُوْنُوْا مِنَ الْمُخْسِرِيْنَ ۚ   ( ٱلشُّعَرَاء: ١٨١ )

awfū
أَوْفُوا۟
sempurnakanlah
l-kayla
ٱلْكَيْلَ
takaran
walā
وَلَا
dan janganlah
takūnū
تَكُونُوا۟
kalian menjadi
mina
مِنَ
dari/termasuk
l-mukh'sirīna
ٱلْمُخْسِرِينَ
orang-orang yang merugikan

“'Awfū Al-Kayla Wa Lā Takūnū Mina Al-Mukhsirīna.” (aš-Šuʿarāʾ/26:181)

Artinya:

“Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu merugikan orang lain.” (QS. Asy-Syu'ara': 181)

Kemudian Nabi Syuaib mulai memasuki wilayah dakwah yang lebih nyata lagi yaitu kejahatan ekonomi yang dilakukan kaumnya. "Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu merugikan orang lain". Mengurangi takaran dan timbangan sangat merugikan konsumen. Memakan hasilnya hukumnya haram dan tidak membawa berkah dalam kehidupan.