Skip to main content

وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ اَشْيَاۤءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا فِى الْاَرْضِ مُفْسِدِيْنَ ۚ   ( ٱلشُّعَرَاء: ١٨٣ )

walā
وَلَا
dan janganlah
tabkhasū
تَبْخَسُوا۟
kamu merugikan
l-nāsa
ٱلنَّاسَ
manusia
ashyāahum
أَشْيَآءَهُمْ
sesuatu/hak-hak mereka
walā
وَلَا
dan janganlah
taʿthaw
تَعْثَوْا۟
kamu melewati batas
فِى
di
l-arḍi
ٱلْأَرْضِ
muka bumi
muf'sidīna
مُفْسِدِينَ
orang-orang yang membuat kerusakan

“Wa Lā Tabkhasū An-Nāsa 'Ashyā'ahum Wa Lā Ta`thaw Fī Al-'Arđi Mufsidīna.” (aš-Šuʿarāʾ/26:183)

Artinya:

“Dan janganlah kamu merugikan manusia dengan mengurangi hak-haknya dan janganlah membuat kerusakan di bumi;” (QS. Asy-Syu'ara': 183)

Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan jangan-lah kamu membuat kerusakan di bumi. Pada dasarnya prinsip hubungan antar manusia menurut Islam adalah tidak boleh menzalimi dan tidak boleh dizalimi dengan cara apa pun dan dalam bidang apa pun.