Skip to main content

فَقَرَاَهٗ عَلَيْهِمْ مَّا كَانُوْا بِهٖ مُؤْمِنِيْنَ ۗ   ( ٱلشُّعَرَاء: ١٩٩ )

faqara-ahu
فَقَرَأَهُۥ
lalu dia membacakannya
ʿalayhim
عَلَيْهِم
atas/kepada mereka
مَّا
tidak
kānū
كَانُوا۟
ada mereka
bihi
بِهِۦ
dengannya/kepadanya
mu'minīna
مُؤْمِنِينَ
orang-orang yang beriman

“Faqara'ahu `Alayhim Mā Kānū Bihi Mu'uminīna.” (aš-Šuʿarāʾ/26:199)

Artinya:

“lalu dia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak juga akan beriman kepadanya.” (QS. Asy-Syu'ara': 199)

lalu ia membacakannya kepada mereka, yakni orang-orang kafir itu, niscaya mereka tidak juga akan beriman kepadanya. Ini menunjukkan keengganan mereka untuk menerima Al-Qur’an. Dari arah mana pun Al-Qur’an itu datang, mereka pasti tak akan beriman dengan berbagai alasan.