Skip to main content

وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ  ( يس: ٤٨ )

wayaqūlūna
وَيَقُولُونَ
dan mereka berkata
matā
مَتَىٰ
bilakah
hādhā
هَٰذَا
ini
l-waʿdu
ٱلْوَعْدُ
janji
in
إِن
jika
kuntum
كُنتُمْ
kalian adalah
ṣādiqīna
صَٰدِقِينَ
orang-orang yang benar

“Wa Yaqūlūna Mataá Hādhā Al-Wa`du 'In Kuntum Şādiqīna.” (Yāʾ Sīn/36:48)

Artinya:

“Dan mereka (orang-orang kafir) berkata, “Kapan janji (hari berbangkit) itu (terjadi) jika kamu orang yang benar?”” (QS. Yasin: 48)

Tidak hanya mengingkari utusan Allah, orang-orang kafir itu juga mengingkari hari kebangkitan. Dan apabila dikatakan bahwa mereka kelak akan dibangkitkan dari kubur, mereka itu pun berkata dengan nada mengejek, “Kapan janji hari kebangkitan itu terjadi jika kamu orang yang benar dalam perkataanmu tentangnya?”