Skip to main content

فَادْعُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ  ( غَافِر: ١٤ )

fa-id'ʿū
فَٱدْعُوا۟
maka sembahlah
l-laha
ٱللَّهَ
Allah
mukh'liṣīna
مُخْلِصِينَ
dengan ikhlas
lahu
لَهُ
kepada-Nya
l-dīna
ٱلدِّينَ
ketaatan/agama
walaw
وَلَوْ
meskipun
kariha
كَرِهَ
benci/tidak menyukai
l-kāfirūna
ٱلْكَٰفِرُونَ
orang-orang yang kafir

“Fād`ū Allāha Mukhlişīna Lahu Ad-Dīna Wa Law Kariha Al-Kāfirūna.” (Ghāfir/40:14)

Artinya:

“Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).” (QS. Gafir: 14)

Maka oleh sebab itu, sembahlah Allah, dan dengan tulus ikhlas-lah beragama kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai sikap keberagamaan kalian itu.