Skip to main content

قَالُوْآ اَرْجِهْ وَاَخَاهُ وَاَرْسِلْ فِى الْمَدَاۤىِٕنِ حٰشِرِيْنَۙ   ( ٱلْأَعْرَاف: ١١١ )

qālū
قَالُوٓا۟
mereka berkata
arjih
أَرْجِهْ
tahanlah ia
wa-akhāhu
وَأَخَاهُ
dan saudaranya
wa-arsil
وَأَرْسِلْ
dan kirimlah
فِى
di/ke
l-madāini
ٱلْمَدَآئِنِ
kota-kota
ḥāshirīna
حَٰشِرِينَ
orang-orang yang berkumpul

“Qālū 'Arjihi Wa 'Akhāhu Wa 'Arsil Fī Al-Madā'ini Ĥāshirīna.” (al-ʾAʿrāf/7:111)

Artinya:

“(Pemuka-pemuka) itu menjawab, “Tahanlah (untuk sementara) dia dan saudaranya dan utuslah ke kota-kota beberapa orang untuk mengumpulkan (para pesihir),” (QS. Al-A'raf: 111)

Sebagai tanggapan atas tantangan di atas, pemuka-pemuka itu pun menjawab, "Tahanlah atau berilah tempo untuk sementara waktu kepada dia, yakni Nabi Musa dan saudaranya, yaitu Nabi Harun yang menjadi tangan kanannya, dan jangan kamu bunuh mereka. Kerahkanlah dan utuslah ke kota-kota yang berada di bawah kekuasaanmu beberapa orang bala tentara untuk mengumpulkan para pesihir dari berbagai penjuru negeri.