Skip to main content

قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُوْنُ لَكَ اَنْ تَتَكَبَّرَ فِيْهَا فَاخْرُجْ اِنَّكَ مِنَ الصّٰغِرِيْنَ   ( ٱلْأَعْرَاف: ١٣ )

qāla
قَالَ
(Allah) berfirman
fa-ih'biṭ
فَٱهْبِطْ
maka turunlah kamu
min'hā
مِنْهَا
daripadanya
famā
فَمَا
maka tidak
yakūnu
يَكُونُ
ada
laka
لَكَ
bagimu
an
أَن
bahwa
tatakabbara
تَتَكَبَّرَ
kamu menyombongkan diri
fīhā
فِيهَا
di dalamnya
fa-ukh'ruj
فَٱخْرُجْ
maka keluarlah kamu
innaka
إِنَّكَ
sesungguhnya kamu
mina
مِنَ
dari/termasuk
l-ṣāghirīna
ٱلصَّٰغِرِينَ
orang-orang yang rendah

“Qāla Fāhbiţ Minhā Famā Yakūnu Laka 'An Tatakabbara Fīhā Fākhruj 'Innaka Mina Aş-Şāghirīna.” (al-ʾAʿrāf/7:13)

Artinya:

“(Allah) berfirman, “Maka turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina.”” (QS. Al-A'raf: 13)

Ucapan Iblis ini merupakan cerminan keangkuhan dan kesombongannya. Menanggapi kedurhakaan dan sikap Iblis, Allah langsung menyuruhnya keluar dari surga. Allah berfirman, "Maka karena kesombongan dan pembangkanganmu, turunlah kamu darinya, yakni dari dalam surga, karena apa pun alasanmu kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah kamu dari surga ini, karena sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina."