Skip to main content

وَلَا تَحٰۤضُّوْنَ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۙ  ( ٱلْفَجْر: ١٨ )

walā
وَلَا
dan tidak
taḥāḍḍūna
تَحَٰٓضُّونَ
saling menganjurkan
ʿalā
عَلَىٰ
atas
ṭaʿāmi
طَعَامِ
memberi makan
l-mis'kīni
ٱلْمِسْكِينِ
orang miskin

“Wa Lā Taĥāđđūna `Alaá Ţa`āmi Al-Miskīni.” (al-Fajr/89:18)

Artinya:

“dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,” (QS. Al-Fajr: 18)

Dan kamu tidak saling mengajak satu sama lain untuk memberi makan orang miskin. Tidak mengajak orang lain untuk berbuat baik juga merupakan tindakan tidak terpuji. Mengajak orang lain berbuat baik adalah tindakan terpuji, apa lagi jika dibarengi dengan melakukannya. Makanan adalah kebutuhan pokok manusia. Memberi makanan fakir miskin, baik muslim atau bukan, adalah suatu bentuk kesalehan sosial yang sangat terpuji (Lihat pula: al-Insàn/76: 8).