Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
وَإِذْ
dan ketika
أَخَذْنَا
Kami mengambil
مِيثَٰقَكُمْ
janji (dari) kamu
وَرَفَعْنَا
dan Kami angkat
فَوْقَكُمُ
diatasmu
ٱلطُّورَ
bukit Thursina
خُذُوا۟
ambillah
مَآ
apa
ءَاتَيْنَٰكُم
Kami berikan kepadamu
بِقُوَّةٍ
dengan kuat
وَٱسْمَعُوا۟ۖ
dan dengarkanlah
قَالُوا۟
mereka berkata
سَمِعْنَا
kami mendengar
وَعَصَيْنَا
dan kami ingkar
وَأُشْرِبُوا۟
dan diminumkan
فِى
dalam
قُلُوبِهِمُ
hati mereka
ٱلْعِجْلَ
anak sapi
بِكُفْرِهِمْۚ
karena kekafiran mereka
قُلْ
katakanlah
بِئْسَمَا
amat buruk/jahat
يَأْمُرُكُم
memerintahkan kepadamu
بِهِۦٓ
dengannya
إِيمَٰنُكُمْ
imanmu
إِن
jika
كُنتُم
kalian adalah
مُّؤْمِنِينَ
orang-orang yang beriman

Wa 'Idh 'Akhadhnā Mīthāqakum Wa Rafa`nā Fawqakum Aţ-Ţūra Khudhū Mā 'Ātaynākum Biqūwatin Wa Asma`ū Qālū Sami`nā Wa `Aşaynā Wa 'Ushribū Fī Qulūbihim Al-`Ijla Bikufrihim Qul Bi'samā Ya'murukum Bihi 'Īmānukum 'In Kuntum Mu'uminīna.

Tafsir Bahasa:

Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu dan Kami angkat gunung (Sinai) di atasmu (seraya berfirman), “Pegang teguhlah apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!” Mereka menjawab, “Kami mendengarkan tetapi kami tidak menaati.” Dan diresapkanlah ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah patung) anak sapi karena kekafiran mereka. Katakanlah, “Sangat buruk apa yang diperintahkan oleh kepercayaanmu kepadamu jika kamu orang-orang beriman!”

(93) Dalam ayat ini Allah memberikan peringatan sekali lagi kepada orang-orang Yahudi, meskipun terdapat perbedaan susunan kalimat, namun isinya memperkuat maknanya, karena dalam ayat ini termuat ancaman Allah terhadap mereka. Pada ayat yang lain Allah berfirman; "¦Pegang teguhlah apa yang telah Kami berikan kepadamu dan ingatlah apa yang ada di dalamnya¦. (al-Baqarah/2;63) Firman-Nya yang lain; "¦Pegang teguhlah apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!" ¦ (al-Baqarah/2;93) Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw untuk mengatakan kepada orang-orang Yahudi agar mereka mau menerima perjanjian itu dan memahami isinya, tetapi mereka tidak suka melaksanakan perjanjian itu, bahkan mengingkarinya. Perintah Allah "katakanlah" mengandung makna ejekan terhadap orang-orang Yahudi yang hidup pada masa Nabi Muhammad saw. Ejekan itu ditujukan kepada mereka, karena mereka telah mengikuti jejak nenek moyang mereka dalam mempersekutukan Tuhan. Andaikata mereka masih mengaku betul-betul beriman kepada Kitab Taurat, maka alangkah jeleknya iman yang mereka nyatakan, sebab mereka tidak melakukan apa yang diperintahkan, bahkan melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang dari ketentuan-ketentuan Taurat itu, yaitu melakukan penyembahan terhadap anak sapi, dan membunuh para nabi serta merusak perjanjian. Berdasarkan bukti nyata dari perbuatan yang mereka lakukan itu, sukar mempercayai adanya iman di lubuk hati mereka karena sikap perbuatan mereka sama sekali tidak benar. Ayat yang lalu dan ayat ini sebagai sanggahan terhadap pikiran orang-orang Yahudi yang tidak mau percaya kepada Nabi Muhammad saw, dan dugaan yang berlawanan dengan amal perbuatan mereka itu cukup menjadi bukti kekafirannya.