Skip to main content

قَالُوْا بَلْ وَجَدْنَآ اٰبَاۤءَنَا كَذٰلِكَ يَفْعَلُوْنَ   ( ٱلشُّعَرَاء: ٧٤ )

qālū
قَالُوا۟
mereka berkata
bal
بَلْ
bahkan
wajadnā
وَجَدْنَآ
kami dapati
ābāanā
ءَابَآءَنَا
bapak-bapak/nenek moyang kami
kadhālika
كَذَٰلِكَ
seperti demikian
yafʿalūna
يَفْعَلُونَ
mereka kerjakan/berbuat

“Qālū Bal Wajadnā 'Ābā'anā Kadhālika Yaf`alūna.” (aš-Šuʿarāʾ/26:74)

Artinya:

“Mereka menjawab, “Tidak, tetapi kami dapati nenek moyang kami berbuat begitu.”” (QS. Asy-Syu'ara': 74)

Mereka menjawab, “Tidak, mereka tidak memberikan kemanfaatkan dan mendatangkan bahaya, tetapi kami dapati nenek moyang kami berbuat begitu.” Mereka berbangga dengan perilaku seperti itu. Inilah bentuk taklid buta, yaitu mengikuti cara beribadah orang lain walaupun hal itu salah.