Skip to main content

فَجَعَلْنَٰهُ
lalu Kami jadikannya
فِى
dalam
قَرَارٍ
tempat
مَّكِينٍ
kokoh

Faja`alnāhu Fī Qarārin Makīnin.

kemudian Kami letakkan ia dalam tempat yang kokoh (rahim),

Tafsir

إِلَىٰ
kepada/sampai
قَدَرٍ
ketentuan/waktu
مَّعْلُومٍ
ditentukan

'Ilaá Qadarin Ma`lūmin.

sampai waktu yang ditentukan,

Tafsir

فَقَدَرْنَا
lalu Kami tentukan
فَنِعْمَ
maka sebaik-baik
ٱلْقَٰدِرُونَ
yang menentukan

Faqadarnā Fani`ma Al-Qādirūna.

lalu Kami tentukan (bentuknya), maka (Kamilah) sebaik-baik yang menentukan.

Tafsir

وَيْلٌ
kecelakaan
يَوْمَئِذٍ
pada hari itu
لِّلْمُكَذِّبِينَ
bagi orang-orang yang mendustakan

Waylun Yawma'idhin Lilmukadhdhibīna.

Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).

Tafsir

أَلَمْ
tidakkah/bukankah
نَجْعَلِ
Kami menjadikan
ٱلْأَرْضَ
bumi
كِفَاتًا
tempat berkumpul

'Alam Naj`al Al-'Arđa Kifātāan.

Bukankah Kami jadikan bumi untuk (tempat) berkumpul,

Tafsir

أَحْيَآءً
orang-orang yang hidup
وَأَمْوَٰتًا
dan orang-orang yang mati

'Aĥyā'an Wa 'Amwātāan.

bagi yang masih hidup dan yang sudah mati?

Tafsir

وَجَعَلْنَا
dan Kami jadikan
فِيهَا
padanya
رَوَٰسِىَ
gunung-gunung
شَٰمِخَٰتٍ
yang tinggi
وَأَسْقَيْنَٰكُم
dan Kami beri minum kamu
مَّآءً
air
فُرَاتًا
tawar

Wa Ja`alnā Fīhā Rawāsiya Shāmikhātin Wa 'Asqaynākum Mā'an Furātāan.

Dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air tawar?

Tafsir

وَيْلٌ
kecelakaan
يَوْمَئِذٍ
pada hari itu
لِّلْمُكَذِّبِينَ
bagi orang-orang yang mendustakan

Waylun Yawma'idhin Lilmukadhdhibīna.

Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).

Tafsir

ٱنطَلِقُوٓا۟
pergilah kamu
إِلَىٰ
kepada
مَا
apa
كُنتُم
kalian adalah
بِهِۦ
dengannya/padanya
تُكَذِّبُونَ
kamu mendustakan

Anţaliqū 'Ilaá Mā Kuntum Bihi Tukadhdhibūna.

(Akan dikatakan), “Pergilah kamu mendapatkan apa (azab) yang dahulu kamu dustakan.

Tafsir

ٱنطَلِقُوٓا۟
pergilah kamu
إِلَىٰ
kepada
ظِلٍّ
naungan
ذِى
mempunyai
ثَلَٰثِ
tiga
شُعَبٍ
cabang

Anţaliqū 'Ilaá Žillin Dhī Thalāthi Shu`abin.

Pergilah kamu mendapatkan naungan (asap api neraka) yang mempunyai tiga cabang,

Tafsir