Skip to main content

ٱللَّهُ
Allah
ٱلَّذِى
yang
جَعَلَ
menjadikan
لَكُمُ
bagi kalian
ٱلَّيْلَ
malam
لِتَسْكُنُوا۟
supaya kamu beristirahat
فِيهِ
padanya
وَٱلنَّهَارَ
dan siang
مُبْصِرًاۚ
terang benderang
إِنَّ
sesungguhnya
ٱللَّهَ
Allah
لَذُو
benar-benar mempunyai
فَضْلٍ
karunia
عَلَى
atas
ٱلنَّاسِ
manusia
وَلَٰكِنَّ
akan tetapi
أَكْثَرَ
kebanyakan
ٱلنَّاسِ
manusia
لَا
tidak
يَشْكُرُونَ
bersyukur

Allāhu Al-Ladhī Ja`ala Lakumu Al-Layla Litaskunū Fīhi Wa An-Nahāra Mubşirāan 'Inna Allāha Ladhū Fađlin `Alaá An-Nāsi Wa Lakinna 'Akthara An-Nāsi Lā Yashkurūna.

Allah-lah yang menjadikan malam untukmu agar kamu beristirahat padanya; (dan menjadikan) siang terang benderang. Sungguh, Allah benar-benar memiliki karunia yang dilimpahkan kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.

Tafsir

ذَٰلِكُمُ
demikian itu
ٱللَّهُ
Allah
رَبُّكُمْ
Tuhan kalian
خَٰلِقُ
Pencipta
كُلِّ
segala
شَىْءٍ
sesuatu
لَّآ
tidak ada
إِلَٰهَ
Tuhan
إِلَّا
kecuali
هُوَۖ
Dia
فَأَنَّىٰ
maka bagaimana
تُؤْفَكُونَ
kamu dipalingkan

Dhalikumu Allāhu Rabbukum Khāliqu Kulli Shay'in Lā 'Ilāha 'Illā Huwa Fa'annā Tu'ufakūna.

Demikianlah Allah, Tuhanmu, Pencipta segala sesuatu, tidak ada tuhan selain Dia; maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan?

Tafsir

كَذَٰلِكَ
seperti demikianlah
يُؤْفَكُ
dipalingkan
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
كَانُوا۟
adalah mereka
بِـَٔايَٰتِ
dengan ayat-ayat
ٱللَّهِ
Allah
يَجْحَدُونَ
mereka mengingkari

Kadhālika Yu'ufaku Al-Ladhīna Kānū Bi'āyāti Allāhi Yajĥadūna.

Demikianlah orang-orang yang selalu mengingkari ayat-ayat Allah dipalingkan.

Tafsir

ٱللَّهُ
Allah
ٱلَّذِى
yang
جَعَلَ
menjadikan
لَكُمُ
bagi kalian
ٱلْأَرْضَ
bumi
قَرَارًا
tempat menetap
وَٱلسَّمَآءَ
dan langit
بِنَآءً
atap
وَصَوَّرَكُمْ
dan Dia membentuk kamu
فَأَحْسَنَ
lalu Dia membaguskan
صُوَرَكُمْ
bentuk/rupamu
وَرَزَقَكُم
dan Dia memberimu rezeki
مِّنَ
dari
ٱلطَّيِّبَٰتِۚ
yang baik-baik
ذَٰلِكُمُ
demikian itu
ٱللَّهُ
Allah
رَبُّكُمْۖ
Tuhan kalian
فَتَبَارَكَ
Maha Suci
ٱللَّهُ
Allah
رَبُّ
Tuhan
ٱلْعَٰلَمِينَ
semesta alam

Allāhu Al-Ladhī Ja`ala Lakumu Al-'Arđa Qarārāan Wa As-Samā'a Binā'an Wa Şawwarakum Fa'aĥsana Şuwarakum Wa Razaqakum Mina Aţ-Ţayyibāti Dhalikumu Allāhu Rabbukum Fatabāraka Allāhu Rabbu Al-`Ālamīna.

Allah-lah yang menjadikan bumi untukmu sebagai tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentukmu lalu memperindah rupamu serta memberimu rezeki dari yang baik-baik. Demikianlah Allah, Tuhanmu, Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam.

Tafsir

هُوَ
Dia
ٱلْحَىُّ
yang hidup
لَآ
tidak ada
إِلَٰهَ
Tuhan
إِلَّا
kecuali
هُوَ
Dia
فَٱدْعُوهُ
maka sembahlah Dia
مُخْلِصِينَ
dengan ikhlas
لَهُ
kepada-Nya
ٱلدِّينَۗ
agama/ketaatan
ٱلْحَمْدُ
segala puji
لِلَّهِ
bagi Allah
رَبِّ
Tuhan
ٱلْعَٰلَمِينَ
semesta alam

Huwa Al-Ĥayyu Lā 'Ilāha 'Illā Huwa Fād`ūhu Mukhlişīna Lahu Ad-Dīna Al-Ĥamdu Lillāhi Rabbi Al-`Ālamīna.

Dialah yang hidup kekal, tidak ada tuhan selain Dia; maka sembahlah Dia dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.

Tafsir

قُلْ
katakanlah
إِنِّى
sesungguhnya aku
نُهِيتُ
aku dilarang
أَنْ
bahwa
أَعْبُدَ
aku menyembah
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
تَدْعُونَ
kamu sembah
مِن
dari
دُونِ
selain
ٱللَّهِ
Allah
لَمَّا
setelah
جَآءَنِىَ
datang kepadaku
ٱلْبَيِّنَٰتُ
keterangan yang nyata
مِن
dari
رَّبِّى
Tuhanku
وَأُمِرْتُ
dan aku di perintah
أَنْ
supaya
أُسْلِمَ
aku berserah diri
لِرَبِّ
kepada Tuhan
ٱلْعَٰلَمِينَ
semesta alam

Qul 'Innī Nuhītu 'An 'A`buda Al-Ladhīna Tad`ūna Min Dūni Allāhi Lammā Jā'aniya Al-Bayyinātu Min Rabbī Wa 'Umirtu 'An 'Uslima Lirabbi Al-`Ālamīna.

Katakanlah (Muhammad), “Sungguh, aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah, setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku; dan aku diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seluruh alam.”

Tafsir

هُوَ
Dia
ٱلَّذِى
yang
خَلَقَكُم
menciptakan kalian
مِّن
dari
تُرَابٍ
tanah
ثُمَّ
kemudian
مِن
dari
نُّطْفَةٍ
setetes mani
ثُمَّ
kemudian
مِنْ
dari
عَلَقَةٍ
segumpal darah
ثُمَّ
kemudian
يُخْرِجُكُمْ
Dia mengeluarkan kamu
طِفْلًا
anak kecil
ثُمَّ
kemudian
لِتَبْلُغُوٓا۟
supaya kamu sampai
أَشُدَّكُمْ
kedewasaanmu
ثُمَّ
kemudian
لِتَكُونُوا۟
supaya kamu menjadi
شُيُوخًاۚ
tua
وَمِنكُم
dan diantara kamu
مَّن
orang
يُتَوَفَّىٰ
diwafatkan
مِن
dari
قَبْلُۖ
sebelum itu
وَلِتَبْلُغُوٓا۟
dan supaya kamu sampai
أَجَلًا
waktu
مُّسَمًّى
telah ditentukan
وَلَعَلَّكُمْ
dan supaya kamu
تَعْقِلُونَ
kalian menggunakan akal

Huwa Al-Ladhī Khalaqakum Min Turābin Thumma Min Nuţfatin Thumma Min `Alaqatin Thumma Yukhrijukum Ţiflāan Thumma Litablughū 'Ashuddakum Thumma Litakūnū Shuyūkhāan Wa Minkum Man Yutawaffaá Min Qablu Wa Litablughū 'Ajalāan Musamman Wa La`allakum Ta`qilūna.

Dialah yang menciptakanmu dari tanah, kemudian dari setetes mani, lalu dari segumpal darah, kemudian kamu dilahirkan sebagai seorang anak, kemudian dibiarkan kamu sampai dewasa, lalu menjadi tua. Tetapi di antara kamu ada yang dimatikan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) agar kamu sampai kepada kurun waktu yang ditentukan, agar kamu mengerti.

Tafsir

هُوَ
Dia
ٱلَّذِى
yang
يُحْىِۦ
menghidupkan
وَيُمِيتُۖ
dan mematikan
فَإِذَا
maka apabila
قَضَىٰٓ
Dia menetapkan
أَمْرًا
suatu urusan
فَإِنَّمَا
maka sesungguhnya hanyalah
يَقُولُ
Dia berkata
لَهُۥ
kepadanya
كُن
jadilah
فَيَكُونُ
maka jadilah ia

Huwa Al-Ladhī Yuĥyī Wa Yumītu Fa'idhā Qađaá 'Amrāan Fa'innamā Yaqūlu Lahu Kun Fayakūnu.

Dialah yang menghidupkan dan mematikan. Maka apabila Dia hendak menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.

Tafsir

أَلَمْ
tidakkah
تَرَ
kamu memperhatikan
إِلَى
kepada
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
يُجَٰدِلُونَ
mereka membantah
فِىٓ
pada
ءَايَٰتِ
ayat-ayat
ٱللَّهِ
Allah
أَنَّىٰ
bagaimana
يُصْرَفُونَ
mereka dipalingkan

'Alam Taraá 'Ilaá Al-Ladhīna Yujādilūna Fī 'Āyāti Allāhi 'Annaá Yuşrafūna.

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang (selalu) membantah ayat-ayat Allah? Bagaimana mereka dapat dipalingkan?

Tafsir

ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
كَذَّبُوا۟
mereka mendustakan
بِٱلْكِتَٰبِ
dengan kitab
وَبِمَآ
dan dengan apa
أَرْسَلْنَا
Kami utus
بِهِۦ
dengannya
رُسُلَنَاۖ
rasul-rasul Kami
فَسَوْفَ
maka kelak
يَعْلَمُونَ
mereka mengetahui

Al-Ladhīna Kadhdhabū Bil-Kitābi Wa Bimā 'Arsalnā Bihi Rusulanā Fasawfa Ya`lamūna.

(Yaitu) orang-orang yang mendustakan Kitab (Al-Qur'an) dan wahyu yang dibawa oleh rasul-rasul Kami yang telah Kami utus. Kelak mereka akan mengetahui,

Tafsir