Skip to main content

اَوْ تَكُوْنَ لَكَ جَنَّةٌ مِّنْ نَّخِيْلٍ وَّعِنَبٍ فَتُفَجِّرَ الْاَنْهٰرَ خِلٰلَهَا تَفْجِيْرًاۙ   ( الإسراء: ٩١ )

aw
أَوْ
atau
takūna
تَكُونَ
adalah
laka
لَكَ
bagimu
jannatun
جَنَّةٌ
kebun
min
مِّن
dari
nakhīlin
نَّخِيلٍ
korma
waʿinabin
وَعِنَبٍ
dan anggur
fatufajjira
فَتُفَجِّرَ
lalu kamu alirkan
l-anhāra
ٱلْأَنْهَٰرَ
sungai-sungai
khilālahā
خِلَٰلَهَا
di celah-celahnya
tafjīran
تَفْجِيرًا
terpancar

atau engkau mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu engkau alirkan di celah-celahnya sungai yang deras alirannya,

Tafsir

اَوْ تُسْقِطَ السَّمَاۤءَ كَمَا زَعَمْتَ عَلَيْنَا كِسَفًا اَوْ تَأْتِيَ بِاللّٰهِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةِ قَبِيْلًاۙ   ( الإسراء: ٩٢ )

aw
أَوْ
atau
tus'qiṭa
تُسْقِطَ
kamu menjatuhkan
l-samāa
ٱلسَّمَآءَ
langit
kamā
كَمَا
sebagaimana
zaʿamta
زَعَمْتَ
kamu katakan
ʿalaynā
عَلَيْنَا
atas kami
kisafan
كِسَفًا
berkeping-keping
aw
أَوْ
atau
tatiya
تَأْتِىَ
kamu mendatangkan
bil-lahi
بِٱللَّهِ
dengan Allah
wal-malāikati
وَٱلْمَلَٰٓئِكَةِ
dan Malaikat
qabīlan
قَبِيلًا
berhadap-hadapan

atau engkau jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana engkau katakan, atau (sebelum) engkau datangkan Allah dan para malaikat berhadapan muka dengan kami,

Tafsir

اَوْ يَكُوْنَ لَكَ بَيْتٌ مِّنْ زُخْرُفٍ اَوْ تَرْقٰى فِى السَّمَاۤءِ ۗوَلَنْ نُّؤْمِنَ لِرُقِيِّكَ حَتّٰى تُنَزِّلَ عَلَيْنَا كِتٰبًا نَّقْرَؤُهٗۗ قُلْ سُبْحَانَ رَبِّيْ هَلْ كُنْتُ اِلَّا بَشَرًا رَّسُوْلًا ࣖ   ( الإسراء: ٩٣ )

aw
أَوْ
atau
yakūna
يَكُونَ
adalah
laka
لَكَ
bagimu
baytun
بَيْتٌ
sebuah rumah
min
مِّن
dari
zukh'rufin
زُخْرُفٍ
perhiasan (emas)
aw
أَوْ
atau
tarqā
تَرْقَىٰ
kamu naik
فِى
di/ke
l-samāi
ٱلسَّمَآءِ
langit
walan
وَلَن
dan kami tidak
nu'mina
نُّؤْمِنَ
beriman
liruqiyyika
لِرُقِيِّكَ
akan kenaikanmu
ḥattā
حَتَّىٰ
sehingga
tunazzila
تُنَزِّلَ
kamu menurunkan
ʿalaynā
عَلَيْنَا
atas kami
kitāban
كِتَٰبًا
kitab
naqra-uhu
نَّقْرَؤُهُۥۗ
kami membacanya
qul
قُلْ
katakanlah
sub'ḥāna
سُبْحَانَ
Maha Suci
rabbī
رَبِّى
Tuhanku
hal
هَلْ
bukankah
kuntu
كُنتُ
adalah aku
illā
إِلَّا
kecuali/hanya
basharan
بَشَرًا
seorang manusia
rasūlan
رَّسُولًا
Rasul

atau engkau mempunyai sebuah rumah (terbuat) dari emas, atau engkau naik ke langit. Dan kami tidak akan mempercayai kenaikanmu itu sebelum engkau turunkan kepada kami sebuah kitab untuk kami baca.” Katakanlah (Muhammad), “Mahasuci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?”

Tafsir

وَمَا مَنَعَ النَّاسَ اَنْ يُّؤْمِنُوْٓا اِذْ جَاۤءَهُمُ الْهُدٰٓى اِلَّآ اَنْ قَالُوْٓا اَبَعَثَ اللّٰهُ بَشَرًا رَّسُوْلًا  ( الإسراء: ٩٤ )

wamā
وَمَا
dan tidak ada
manaʿa
مَنَعَ
yang menghalangi
l-nāsa
ٱلنَّاسَ
manusia
an
أَن
bahwa
yu'minū
يُؤْمِنُوٓا۟
mereka beriman
idh
إِذْ
tatkala
jāahumu
جَآءَهُمُ
datang kepada mereka
l-hudā
ٱلْهُدَىٰٓ
petunjuk
illā
إِلَّآ
kecuali
an
أَن
bahwa
qālū
قَالُوٓا۟
mereka mengatakan
abaʿatha
أَبَعَثَ
adakah mengutus
l-lahu
ٱللَّهُ
Allah
basharan
بَشَرًا
seorang manusia
rasūlan
رَّسُولًا
Rasul

Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman ketika petunjuk datang kepadanya, selain perkataan mereka, “Mengapa Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?”

Tafsir

قُلْ لَّوْ كَانَ فِى الْاَرْضِ مَلٰۤىِٕكَةٌ يَّمْشُوْنَ مُطْمَىِٕنِّيْنَ لَنَزَّلْنَا عَلَيْهِمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ مَلَكًا رَّسُوْلًا  ( الإسراء: ٩٥ )

qul
قُل
katakanlah
law
لَّوْ
jikalau
kāna
كَانَ
ada
فِى
di
l-arḍi
ٱلْأَرْضِ
bumi
malāikatun
مَلَٰٓئِكَةٌ
Malaikat
yamshūna
يَمْشُونَ
mereka berjalan-jalan
muṭ'ma-innīna
مُطْمَئِنِّينَ
tenteram
lanazzalnā
لَنَزَّلْنَا
niscaya Kami turunkan
ʿalayhim
عَلَيْهِم
atas mereka
mina
مِّنَ
dari
l-samāi
ٱلسَّمَآءِ
langit
malakan
مَلَكًا
Malaikat
rasūlan
رَّسُولًا
Rasul

Katakanlah (Muhammad), “Sekiranya di bumi ada para malaikat, yang berjalan-jalan dengan tenang, niscaya Kami turunkan kepada mereka malaikat dari langit untuk menjadi rasul.”

Tafsir

قُلْ كَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًاۢ بَيْنِيْ وَبَيْنَكُمْۗ اِنَّهٗ كَانَ بِعِبَادِهٖ خَبِيْرًاۢ بَصِيْرًا  ( الإسراء: ٩٦ )

qul
قُلْ
katakanlah
kafā
كَفَىٰ
cukuplah
bil-lahi
بِٱللَّهِ
dengan Allah
shahīdan
شَهِيدًۢا
jadi saksi
baynī
بَيْنِى
antara aku
wabaynakum
وَبَيْنَكُمْۚ
dan antara kamu
innahu
إِنَّهُۥ
sesungguhnya Dia
kāna
كَانَ
adalah
biʿibādihi
بِعِبَادِهِۦ
dengan/terhadap hamba-hamba-Nya
khabīran
خَبِيرًۢا
Maha Mengetahui
baṣīran
بَصِيرًا
Maha Melihat

Katakanlah (Muhammad), “Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”

Tafsir

وَمَنْ يَّهْدِ اللّٰهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِۚ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ اَوْلِيَاۤءَ مِنْ دُوْنِهٖۗ وَنَحْشُرُهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ عَلٰى وُجُوْهِهِمْ عُمْيًا وَّبُكْمًا وَّصُمًّاۗ مَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُۗ كُلَّمَا خَبَتْ زِدْنٰهُمْ سَعِيْرًا  ( الإسراء: ٩٧ )

waman
وَمَن
dan barangsiapa
yahdi
يَهْدِ
memberi petunjuk
l-lahu
ٱللَّهُ
Allah
fahuwa
فَهُوَ
maka dia
l-muh'tadi
ٱلْمُهْتَدِۖ
orang yang mendapat petunjuk
waman
وَمَن
dan barangsiapa
yuḍ'lil
يُضْلِلْ
Dia menyesatkan
falan
فَلَن
maka tidak akan
tajida
تَجِدَ
kamu mendapat
lahum
لَهُمْ
bagi mereka
awliyāa
أَوْلِيَآءَ
penolong
min
مِن
dari
dūnihi
دُونِهِۦۖ
selain Dia
wanaḥshuruhum
وَنَحْشُرُهُمْ
dan kami akan kumpulkan mereka
yawma
يَوْمَ
hari
l-qiyāmati
ٱلْقِيَٰمَةِ
kiamat
ʿalā
عَلَىٰ
atas
wujūhihim
وُجُوهِهِمْ
muka-muka mereka
ʿum'yan
عُمْيًا
buta
wabuk'man
وَبُكْمًا
dan bisu
waṣumman
وَصُمًّاۖ
dan tuli
mawāhum
مَّأْوَىٰهُمْ
tempat mereka
jahannamu
جَهَنَّمُۖ
neraka Jahannam
kullamā
كُلَّمَا
setiap kali
khabat
خَبَتْ
padam
zid'nāhum
زِدْنَٰهُمْ
Kami tambahkan kepada mereka
saʿīran
سَعِيرًا
nyala api

Dan barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, dialah yang mendapat petunjuk, dan barang siapa Dia sesatkan, maka engkau tidak akan mendapatkan penolong-penolong bagi mereka selain Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari Kiamat dengan wajah tersungkur, dalam keadaan buta, bisu, dan tuli. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahanam. Setiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka.

Tafsir

ذٰلِكَ جَزَاۤؤُهُمْ بِاَنَّهُمْ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا وَقَالُوْٓا ءَاِذَا كُنَّا عِظَامًا وَّرُفَاتًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَ خَلْقًا جَدِيْدًا   ( الإسراء: ٩٨ )

dhālika
ذَٰلِكَ
demikian itu
jazāuhum
جَزَآؤُهُم
balasan mereka
bi-annahum
بِأَنَّهُمْ
karena sesungguhnya mereka
kafarū
كَفَرُوا۟
kafir/ingkar
biāyātinā
بِـَٔايَٰتِنَا
dengan ayat-ayat kami
waqālū
وَقَالُوٓا۟
dan mereka berkata
a-idhā
أَءِذَا
apakah bila
kunnā
كُنَّا
adalah kami
ʿiẓāman
عِظَٰمًا
tulang-belulang
warufātan
وَرُفَٰتًا
dan benda-benda yang hancur
a-innā
أَءِنَّا
apakah sesungguhnya kami
lamabʿūthūna
لَمَبْعُوثُونَ
pasti dibangkitkan
khalqan
خَلْقًا
makhluk
jadīdan
جَدِيدًا
baru

Itulah balasan bagi mereka, karena sesungguhnya mereka kafir kepada ayat-ayat Kami dan (karena mereka) berkata, “Apabila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru?”

Tafsir

۞ اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ قَادِرٌ عَلٰٓى اَنْ يَّخْلُقَ مِثْلَهُمْ وَجَعَلَ لَهُمْ اَجَلًا لَّا رَيْبَ فِيْهِۗ فَاَبَى الظّٰلِمُوْنَ اِلَّا كُفُوْرًا  ( الإسراء: ٩٩ )

awalam
أَوَلَمْ
ataukah tidak
yaraw
يَرَوْا۟
mereka memperhatikan
anna
أَنَّ
bahwasanya
l-laha
ٱللَّهَ
Allah
alladhī
ٱلَّذِى
yang
khalaqa
خَلَقَ
telah menciptakan
l-samāwāti
ٱلسَّمَٰوَٰتِ
langit(jamak)
wal-arḍa
وَٱلْأَرْضَ
dan bumi
qādirun
قَادِرٌ
berkuasa
ʿalā
عَلَىٰٓ
untuk
an
أَن
bahwa
yakhluqa
يَخْلُقَ
menciptakan
mith'lahum
مِثْلَهُمْ
serupa dengan mereka
wajaʿala
وَجَعَلَ
dan Dia menjadikan
lahum
لَهُمْ
bagi mereka
ajalan
أَجَلًا
waktu tertentu
لَّا
tidak ada
rayba
رَيْبَ
keraguan
fīhi
فِيهِ
di dalamnya/padanya
fa-abā
فَأَبَى
maka/tetapi enggan
l-ẓālimūna
ٱلظَّٰلِمُونَ
orang-orang yang zalim
illā
إِلَّا
kecuali
kufūran
كُفُورًا
ingkar

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah Mahakuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka, dan Dia telah menetapkan waktu tertentu (mati atau dibangkitkan) bagi mereka, yang tidak diragukan lagi? Maka orang zalim itu tidak menolaknya kecuali dengan kekafiran.

Tafsir

قُلْ لَّوْ اَنْتُمْ تَمْلِكُوْنَ خَزَاۤىِٕنَ رَحْمَةِ رَبِّيْٓ اِذًا لَّاَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ الْاِنْفَاقِۗ وَكَانَ الْاِنْسَانُ قَتُوْرًا ࣖ  ( الإسراء: ١٠٠ )

qul
قُل
katakanlah
law
لَّوْ
kalau seandainya
antum
أَنتُمْ
kamu
tamlikūna
تَمْلِكُونَ
kamu memiliki/menguasai
khazāina
خَزَآئِنَ
perbendaharaan
raḥmati
رَحْمَةِ
rahmat
rabbī
رَبِّىٓ
Tuhanku
idhan
إِذًا
jika demikian
la-amsaktum
لَّأَمْسَكْتُمْ
niscaya kamu menahan
khashyata
خَشْيَةَ
takut
l-infāqi
ٱلْإِنفَاقِۚ
membelanjakan
wakāna
وَكَانَ
dan adalah
l-insānu
ٱلْإِنسَٰنُ
manusia
qatūran
قَتُورًا
sangat kikir

Katakanlah (Muhammad), “Sekiranya kamu menguasai perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya (perbendaharaan) itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya.” Dan manusia itu memang sangat kikir.

Tafsir