Skip to main content

فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوْتَهُمَا فَاتَّخَذَ سَبِيْلَهٗ فِى الْبَحْرِ سَرَبًا   ( الكهف: ٦١ )

falammā
فَلَمَّا
maka tatkala
balaghā
بَلَغَا
keduanya sampai
majmaʿa
مَجْمَعَ
pertemuan
baynihimā
بَيْنِهِمَا
antara keduanya (kedua lautan)
nasiyā
نَسِيَا
keduanya lupa
ḥūtahumā
حُوتَهُمَا
ikan keduanya
fa-ittakhadha
فَٱتَّخَذَ
lalu ia (ikan) mengambil
sabīlahu
سَبِيلَهُۥ
jalannya
فِى
di
l-baḥri
ٱلْبَحْرِ
lautan
saraban
سَرَبًا
lompat

Maka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.

Tafsir

فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتٰىهُ اٰتِنَا غَدَاۤءَنَاۖ لَقَدْ لَقِيْنَا مِنْ سَفَرِنَا هٰذَا نَصَبًا   ( الكهف: ٦٢ )

falammā
فَلَمَّا
maka tatkala
jāwazā
جَاوَزَا
keduanya melewati
qāla
قَالَ
(Musa) berkata
lifatāhu
لِفَتَىٰهُ
kepada bujangnya
ātinā
ءَاتِنَا
bawalah kepada kita
ghadāanā
غَدَآءَنَا
makanan kita
laqad
لَقَدْ
sesungguhnya
laqīnā
لَقِينَا
kita menemui
min
مِن
dari
safarinā
سَفَرِنَا
perjalan kita
hādhā
هَٰذَا
ini
naṣaban
نَصَبًا
keletihan

Maka ketika mereka telah melewati (tempat itu), Musa berkata kepada pembantunya, “Bawalah kemari makanan kita; sungguh kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini.”

Tafsir

قَالَ اَرَاَيْتَ اِذْ اَوَيْنَآ اِلَى الصَّخْرَةِ فَاِنِّيْ نَسِيْتُ الْحُوْتَۖ وَمَآ اَنْسٰىنِيْهُ اِلَّا الشَّيْطٰنُ اَنْ اَذْكُرَهٗۚ وَاتَّخَذَ سَبِيْلَهٗ فِى الْبَحْرِ عَجَبًا   ( الكهف: ٦٣ )

qāla
قَالَ
(bujangnya) berkata
ara-ayta
أَرَءَيْتَ
tahukah kamu
idh
إِذْ
tatkala
awaynā
أَوَيْنَآ
kita mencari tempat berlindung
ilā
إِلَى
di/atas
l-ṣakhrati
ٱلصَّخْرَةِ
batu
fa-innī
فَإِنِّى
maka sesungguhnya aku
nasītu
نَسِيتُ
aku telah lupa
l-ḥūta
ٱلْحُوتَ
ikan
wamā
وَمَآ
dan tidak
ansānīhu
أَنسَىٰنِيهُ
aku melupakannya
illā
إِلَّا
kecuali
l-shayṭānu
ٱلشَّيْطَٰنُ
syaitan
an
أَنْ
untuk
adhkurahu
أَذْكُرَهُۥۚ
aku mengingatnya
wa-ittakhadha
وَٱتَّخَذَ
dan (ikan itu) mengambil
sabīlahu
سَبِيلَهُۥ
jalannya
فِى
di
l-baḥri
ٱلْبَحْرِ
lautan
ʿajaban
عَجَبًا
aneh

Dia (pembantunya) menjawab, “Tahukah engkau ketika kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak ada yang membuat aku lupa untuk mengingatnya kecuali setan, dan (ikan) itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali.”

Tafsir

قَالَ ذٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِۖ فَارْتَدَّا عَلٰٓى اٰثَارِهِمَا قَصَصًاۙ   ( الكهف: ٦٤ )

qāla
قَالَ
(Musa) berkata
dhālika
ذَٰلِكَ
demikian itu
مَا
apa yang
kunnā
كُنَّا
adalah kita
nabghi
نَبْغِۚ
kita kehendaki/cari
fa-ir'taddā
فَٱرْتَدَّا
maka keduanya kembali
ʿalā
عَلَىٰٓ
atas
āthārihimā
ءَاثَارِهِمَا
bekas keduanya
qaṣaṣan
قَصَصًا
mencari/mengikuti jejak

Dia (Musa) berkata, “Itulah (tempat) yang kita cari.” Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.

Tafsir

فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ اٰتَيْنٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنٰهُ مِنْ لَّدُنَّا عِلْمًا  ( الكهف: ٦٥ )

fawajadā
فَوَجَدَا
maka keduanya mendapatkan
ʿabdan
عَبْدًا
seorang hamba
min
مِّنْ
dari
ʿibādinā
عِبَادِنَآ
hamba-hamba Kami
ātaynāhu
ءَاتَيْنَٰهُ
Kami telah berikannya
raḥmatan
رَحْمَةً
rahmat
min
مِّنْ
dari
ʿindinā
عِندِنَا
sisi Kami
waʿallamnāhu
وَعَلَّمْنَٰهُ
dan Kami telah mengajarnya
min
مِن
dari
ladunnā
لَّدُنَّا
sisi Kami
ʿil'man
عِلْمًا
ilmu

Lalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan rahmat kepadanya dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan ilmu kepadanya dari sisi Kami.

Tafsir

قَالَ لَهٗ مُوسٰى هَلْ اَتَّبِعُكَ عَلٰٓى اَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا  ( الكهف: ٦٦ )

qāla
قَالَ
berkata
lahu
لَهُۥ
kepadanya
mūsā
مُوسَىٰ
Musa
hal
هَلْ
apakah
attabiʿuka
أَتَّبِعُكَ
aku mengikuti kamu
ʿalā
عَلَىٰٓ
atas/terhadap
an
أَن
supaya
tuʿallimani
تُعَلِّمَنِ
kamu mengajarkan aku
mimmā
مِمَّا
dari apa
ʿullim'ta
عُلِّمْتَ
kamu telah diajar
rush'dan
رُشْدًا
petunjuk/kebenaran

Musa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?”

Tafsir

قَالَ اِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيْعَ مَعِيَ صَبْرًا   ( الكهف: ٦٧ )

qāla
قَالَ
(Khaidir) berkata
innaka
إِنَّكَ
sesungguhnya kamu
lan
لَن
tidak akan
tastaṭīʿa
تَسْتَطِيعَ
kamu sanggup
maʿiya
مَعِىَ
bersama aku
ṣabran
صَبْرًا
sabar

Dia menjawab, “Sungguh, engkau tidak akan sanggup sabar bersamaku.

Tafsir

وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلٰى مَا لَمْ تُحِطْ بِهٖ خُبْرًا  ( الكهف: ٦٨ )

wakayfa
وَكَيْفَ
dan bagaimana
taṣbiru
تَصْبِرُ
kamu bersabar
ʿalā
عَلَىٰ
atas
مَا
apa
lam
لَمْ
tidak
tuḥiṭ
تُحِطْ
kamu mempunyai/meliputi
bihi
بِهِۦ
dengannya/tentang itu
khub'ran
خُبْرًا
pengalaman/pengetahuan

Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?”

Tafsir

قَالَ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ صَابِرًا وَّلَآ اَعْصِيْ لَكَ اَمْرًا  ( الكهف: ٦٩ )

qāla
قَالَ
(Musa) berkata
satajidunī
سَتَجِدُنِىٓ
kamu akan mendapati aku
in
إِن
jika
shāa
شَآءَ
menghendaki
l-lahu
ٱللَّهُ
Allah
ṣābiran
صَابِرًا
bersabar
walā
وَلَآ
dan tidak
aʿṣī
أَعْصِى
aku mendurhakai
laka
لَكَ
kepadamu
amran
أَمْرًا
urusan

Dia (Musa) berkata, “Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun.”

Tafsir

قَالَ فَاِنِ اتَّبَعْتَنِيْ فَلَا تَسْـَٔلْنِيْ عَنْ شَيْءٍ حَتّٰٓى اُحْدِثَ لَكَ مِنْهُ ذِكْرًا ࣖ   ( الكهف: ٧٠ )

qāla
قَالَ
(Khaidir) berkata
fa-ini
فَإِنِ
maka jika
ittabaʿtanī
ٱتَّبَعْتَنِى
kamu mengikuti aku
falā
فَلَا
maka janganlah
tasalnī
تَسْـَٔلْنِى
kamu menanyakan kepadaku
ʿan
عَن
dari
shayin
شَىْءٍ
sesuatu
ḥattā
حَتَّىٰٓ
sehingga
uḥ'ditha
أُحْدِثَ
aku ceritakan
laka
لَكَ
kepadamu
min'hu
مِنْهُ
daripadanya
dhik'ran
ذِكْرًا
pelajaran

Dia berkata, “Jika engkau mengikutiku, maka janganlah engkau menanyakan kepadaku tentang sesuatu apa pun, sampai aku menerangkannya kepadamu.”

Tafsir