Skip to main content

وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهٖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً ۗحَتّٰٓى اِذَا جَاۤءَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُوْنَ   ( الأنعام: ٦١ )

wahuwa
وَهُوَ
dan Dia
l-qāhiru
ٱلْقَاهِرُ
berkuasa mutlak
fawqa
فَوْقَ
diatas
ʿibādihi
عِبَادِهِۦۖ
hamba-hambaNya
wayur'silu
وَيُرْسِلُ
dan Dia mengutus
ʿalaykum
عَلَيْكُمْ
atas kalian
ḥafaẓatan
حَفَظَةً
(Malaikat-Malaikat)penjaga
ḥattā
حَتَّىٰٓ
sehingga
idhā
إِذَا
apabila
jāa
جَآءَ
telah datang
aḥadakumu
أَحَدَكُمُ
salah seorang diantara kamu
l-mawtu
ٱلْمَوْتُ
kematian
tawaffathu
تَوَفَّتْهُ
mewafatkannya
rusulunā
رُسُلُنَا
utusan-utusan Kami
wahum
وَهُمْ
dan mereka
لَا
tidak
yufarriṭūna
يُفَرِّطُونَ
malalaikan kewajibannya

Dan Dialah Penguasa mutlak atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak melalaikan tugasnya.

Tafsir

ثُمَّ رُدُّوْٓا اِلَى اللّٰهِ مَوْلٰىهُمُ الْحَقِّۗ اَلَا لَهُ الْحُكْمُ وَهُوَ اَسْرَعُ الْحَاسِبِيْنَ   ( الأنعام: ٦٢ )

thumma
ثُمَّ
kemudian
ruddū
رُدُّوٓا۟
mereka dikembalikan
ilā
إِلَى
kepada
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
mawlāhumu
مَوْلَىٰهُمُ
Penguasa/Pemimpin mereka
l-ḥaqi
ٱلْحَقِّۚ
sebenarnya
alā
أَلَا
ketahuilah
lahu
لَهُ
bagiNya
l-ḥuk'mu
ٱلْحُكْمُ
segala hukum
wahuwa
وَهُوَ
dan Dia
asraʿu
أَسْرَعُ
paling cepat
l-ḥāsibīna
ٱلْحَٰسِبِينَ
pembuat perhitungan

Kemudian mereka (hamba-hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) ada pada-Nya. Dan Dialah pembuat perhitungan yang paling cepat.

Tafsir

قُلْ مَنْ يُّنَجِّيْكُمْ مِّنْ ظُلُمٰتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ تَدْعُوْنَهٗ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۚ لَىِٕنْ اَنْجٰىنَا مِنْ هٰذِهٖ لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الشّٰكِرِيْنَ   ( الأنعام: ٦٣ )

qul
قُلْ
katakanlah
man
مَن
siapa
yunajjīkum
يُنَجِّيكُم
yang dapat menyelamatkan kamu
min
مِّن
dari
ẓulumāti
ظُلُمَٰتِ
kegelapan
l-bari
ٱلْبَرِّ
darat
wal-baḥri
وَٱلْبَحْرِ
dan laut
tadʿūnahu
تَدْعُونَهُۥ
kamu mohon kepadaNya
taḍarruʿan
تَضَرُّعًا
dengan merendahkan diri
wakhuf'yatan
وَخُفْيَةً
dan sembunyi/suara lembut
la-in
لَّئِنْ
sungguh jika
anjānā
أَنجَىٰنَا
Dia menyelamatkan kami
min
مِنْ
dari
hādhihi
هَٰذِهِۦ
ini
lanakūnanna
لَنَكُونَنَّ
tentu kami menjadi
mina
مِنَ
dari/termasuk
l-shākirīna
ٱلشَّٰكِرِينَ
orang-orang yang bersyukur

Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, ketika kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah hati dan dengan suara yang lembut?” (Dengan mengatakan), “Sekiranya Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.”

Tafsir

قُلِ اللّٰهُ يُنَجِّيْكُمْ مِّنْهَا وَمِنْ كُلِّ كَرْبٍ ثُمَّ اَنْتُمْ تُشْرِكُوْنَ   ( الأنعام: ٦٤ )

quli
قُلِ
katakanlah
l-lahu
ٱللَّهُ
Allah
yunajjīkum
يُنَجِّيكُم
Dia menyelamatkan kamu
min'hā
مِّنْهَا
dari padanya/bencana
wamin
وَمِن
dan dari
kulli
كُلِّ
segala
karbin
كَرْبٍ
kesukaran
thumma
ثُمَّ
kemudian
antum
أَنتُمْ
kamu
tush'rikūna
تُشْرِكُونَ
kamu mempersekutukan

Katakanlah (Muhammad), “Allah yang menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, namun kemudian kamu (kembali) mempersekutukan-Nya.”

Tafsir

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلٰٓى اَنْ يَّبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِّنْ فَوْقِكُمْ اَوْ مِنْ تَحْتِ اَرْجُلِكُمْ اَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَّيُذِيْقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍۗ اُنْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُوْنَ   ( الأنعام: ٦٥ )

qul
قُلْ
katakanlah
huwa
هُوَ
Dia
l-qādiru
ٱلْقَادِرُ
berkuasa
ʿalā
عَلَىٰٓ
atas
an
أَن
untuk
yabʿatha
يَبْعَثَ
mengirimkan
ʿalaykum
عَلَيْكُمْ
atas kalian
ʿadhāban
عَذَابًا
azab
min
مِّن
dari
fawqikum
فَوْقِكُمْ
atas kamu
aw
أَوْ
atau
min
مِن
dari
taḥti
تَحْتِ
bawah
arjulikum
أَرْجُلِكُمْ
kakimu
aw
أَوْ
atau
yalbisakum
يَلْبِسَكُمْ
Dia mencampurkan kamu
shiyaʿan
شِيَعًا
golongan-golongan
wayudhīqa
وَيُذِيقَ
dan Dia merasakan/menimpakan
baʿḍakum
بَعْضَكُم
sebagian kamu
basa
بَأْسَ
bencana/keganasan
baʿḍin
بَعْضٍۗ
sebagian yang lain
unẓur
ٱنظُرْ
perhatikanlah
kayfa
كَيْفَ
bagaimana
nuṣarrifu
نُصَرِّفُ
Kami mengulang-ulang/menerangkan
l-āyāti
ٱلْءَايَٰتِ
ayat-ayat itu
laʿallahum
لَعَلَّهُمْ
agar mereka
yafqahūna
يَفْقَهُونَ
mereka memahami

Katakanlah (Muhammad), “Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain.” Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami(nya).

Tafsir

وَكَذَّبَ بِهٖ قَوْمُكَ وَهُوَ الْحَقُّۗ قُلْ لَّسْتُ عَلَيْكُمْ بِوَكِيْلٍ ۗ  ( الأنعام: ٦٦ )

wakadhaba
وَكَذَّبَ
dan mendustakan
bihi
بِهِۦ
dengannya
qawmuka
قَوْمُكَ
kaummu
wahuwa
وَهُوَ
dan/padahal ia/azab
l-ḥaqu
ٱلْحَقُّۚ
benar
qul
قُل
katakanlah
lastu
لَّسْتُ
aku bukan
ʿalaykum
عَلَيْكُم
atas kalian
biwakīlin
بِوَكِيلٍ
yang berkuasa

Dan kaummu mendustakannya (azab) padahal (azab) itu benar adanya. Katakanlah (Muhammad), “Aku ini bukanlah penanggung jawab kamu.”

Tafsir

لِكُلِّ نَبَاٍ مُّسْتَقَرٌّ وَّسَوْفَ تَعْلَمُوْنَ   ( الأنعام: ٦٧ )

likulli
لِّكُلِّ
untuk tiap-tiap
naba-in
نَبَإٍ
berita
mus'taqarrun
مُّسْتَقَرٌّۚ
masa kepastiannya/terjadinya
wasawfa
وَسَوْفَ
dan kelak
taʿlamūna
تَعْلَمُونَ
(kalian) mengetahui

Setiap berita (yang dibawa oleh rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui.

Tafsir

وَاِذَا رَاَيْتَ الَّذِيْنَ يَخُوْضُوْنَ فِيْٓ اٰيٰتِنَا فَاَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتّٰى يَخُوْضُوْا فِيْ حَدِيْثٍ غَيْرِهٖۗ وَاِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطٰنُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرٰى مَعَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ   ( الأنعام: ٦٨ )

wa-idhā
وَإِذَا
dan apabila
ra-ayta
رَأَيْتَ
kamu melihat
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
yakhūḍūna
يَخُوضُونَ
(mereka)memperolok-olok
فِىٓ
pada
āyātinā
ءَايَٰتِنَا
ayat-ayat Kami
fa-aʿriḍ
فَأَعْرِضْ
maka berpalinglah/tinggalkanlah
ʿanhum
عَنْهُمْ
dari mereka
ḥattā
حَتَّىٰ
sehingga
yakhūḍū
يَخُوضُوا۟
mereka memperolok-olok/membicarakan
فِى
tentang
ḥadīthin
حَدِيثٍ
pembicaraan
ghayrihi
غَيْرِهِۦۚ
lainnya
wa-immā
وَإِمَّا
dan jika
yunsiyannaka
يُنسِيَنَّكَ
menjadikan kamu lupa
l-shayṭānu
ٱلشَّيْطَٰنُ
syaitan
falā
فَلَا
maka jangan
taqʿud
تَقْعُدْ
kamu duduk-duduk
baʿda
بَعْدَ
sesudah
l-dhik'rā
ٱلذِّكْرَىٰ
teringat
maʿa
مَعَ
bersama
l-qawmi
ٱلْقَوْمِ
kaum
l-ẓālimīna
ٱلظَّٰلِمِينَ
orang-orang yang zalim

Apabila engkau (Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Dan jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama orang-orang yang zalim.

Tafsir

وَمَا عَلَى الَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ مِنْ حِسَابِهِمْ مِّنْ شَيْءٍ وَّلٰكِنْ ذِكْرٰى لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ  ( الأنعام: ٦٩ )

wamā
وَمَا
dan bukanlah
ʿalā
عَلَى
atas
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
yattaqūna
يَتَّقُونَ
(mereka)bertakwa
min
مِنْ
dari
ḥisābihim
حِسَابِهِم
perhitungan mereka
min
مِّن
dari
shayin
شَىْءٍ
segala
walākin
وَلَٰكِن
akan tetapi
dhik'rā
ذِكْرَىٰ
peringatan
laʿallahum
لَعَلَّهُمْ
agar mereka
yattaqūna
يَتَّقُونَ
mereka bertakwa

Orang-orang yang bertakwa tidak ada tanggung jawab sedikit pun atas (dosa-dosa) mereka; tetapi (berkewajiban) mengingatkan agar mereka (juga) bertakwa.

Tafsir

وَذَرِ الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا دِيْنَهُمْ لَعِبًا وَّلَهْوًا وَّغَرَّتْهُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا وَذَكِّرْ بِهٖٓ اَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌۢ بِمَا كَسَبَتْۖ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلِيٌّ وَّلَا شَفِيْعٌ ۚوَاِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَّا يُؤْخَذْ مِنْهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ اُبْسِلُوْا بِمَا كَسَبُوْا لَهُمْ شَرَابٌ مِّنْ حَمِيْمٍ وَّعَذَابٌ اَلِيْمٌ ۢبِمَا كَانُوْا يَكْفُرُوْنَ ࣖ  ( الأنعام: ٧٠ )

wadhari
وَذَرِ
dan tinggalkanlah
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
ittakhadhū
ٱتَّخَذُوا۟
(mereka)mengambil/menjadikan
dīnahum
دِينَهُمْ
agama mereka
laʿiban
لَعِبًا
permainan
walahwan
وَلَهْوًا
dan senda gurau
wagharrathumu
وَغَرَّتْهُمُ
dan menipu mereka
l-ḥayatu
ٱلْحَيَوٰةُ
kehidupan
l-dun'yā
ٱلدُّنْيَاۚ
dunia
wadhakkir
وَذَكِّرْ
dan peringatkanlah
bihi
بِهِۦٓ
dengannya (Al Qur'an)
an
أَن
bahwa
tub'sala
تُبْسَلَ
dibinasakan/dijerumuskan
nafsun
نَفْسٌۢ
(setiap) jiwa/diri
bimā
بِمَا
disebabkan apa
kasabat
كَسَبَتْ
ia kerjakan
laysa
لَيْسَ
tidak ada
lahā
لَهَا
baginya
min
مِن
dari
dūni
دُونِ
selain
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
waliyyun
وَلِىٌّ
pelindung
walā
وَلَا
dan tidak
shafīʿun
شَفِيعٌ
penolong
wa-in
وَإِن
dan jika
taʿdil
تَعْدِلْ
ia menebus
kulla
كُلَّ
segala
ʿadlin
عَدْلٍ
tebusan
لَّا
tidak
yu'khadh
يُؤْخَذْ
diambil/diterima
min'hā
مِنْهَآۗ
dari padanya
ulāika
أُو۟لَٰٓئِكَ
mereka itulah
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
ub'silū
أُبْسِلُوا۟
(mereka) dibinasakan/dijerumuskan
bimā
بِمَا
disebabkan apa
kasabū
كَسَبُوا۟ۖ
mereka kerjakan
lahum
لَهُمْ
bagi mereka
sharābun
شَرَابٌ
minuman
min
مِّنْ
dari
ḥamīmin
حَمِيمٍ
air yang mendidih
waʿadhābun
وَعَذَابٌ
dan azab
alīmun
أَلِيمٌۢ
sangat pedih
bimā
بِمَا
disebabkan apa
kānū
كَانُوا۟
mereka adalah
yakfurūna
يَكْفُرُونَ
mereka kafir/ingkar

Tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan senda gurau, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Qur'an agar setiap orang tidak terjerumus (ke dalam neraka), karena perbuatannya sendiri. Tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah. Dan jika dia hendak menebus dengan segala macam tebusan apa pun, niscaya tidak akan diterima. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan (ke dalam neraka), karena perbuatan mereka sendiri. Mereka mendapat minuman dari air yang mendidih dan azab yang pedih karena kekafiran mereka dahulu.

Tafsir