Skip to main content

يَٰٓأَيُّهَا
wahai
ٱلرُّسُلُ
para Rasul
كُلُوا۟
makanlah
مِنَ
dari
ٱلطَّيِّبَٰتِ
yang baik-baik
وَٱعْمَلُوا۟
dan kerjakanlah
صَٰلِحًاۖ
kebajikan/saleh
إِنِّى
sesungguhnya Aku
بِمَا
dengan/terhadap apa
تَعْمَلُونَ
kamu kerjakan
عَلِيمٌ
Maha Mengetahui

Yā 'Ayyuhā Ar-Rusulu Kulū Mina Aţ-Ţayyibāti Wa A`malū Şāliĥāan 'Innī Bimā Ta`malūna `Alīmun.

Allah berfirman, “Wahai para rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Tafsir

وَإِنَّ
dan sesungguhnya
هَٰذِهِۦٓ
ini
أُمَّتُكُمْ
ummat kamu/agama kamu
أُمَّةً
ummat/agama
وَٰحِدَةً
yang satu
وَأَنَا۠
dan Aku
رَبُّكُمْ
Tuhan kalian
فَٱتَّقُونِ
maka bertakwalah kepada-Ku

Wa 'Inna Hadhihi 'Ummatukum 'Ummatan Wāĥidatan Wa 'Anā Rabbukum Fa Attaqūni.

Dan sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.”

Tafsir

فَتَقَطَّعُوٓا۟
maka mereka berputus-putus/pecah-pecah
أَمْرَهُم
urusan mereka
بَيْنَهُمْ
diantara mereka
زُبُرًاۖ
pecahan/golongan
كُلُّ
tiap-tiap
حِزْبٍۭ
golongan
بِمَا
dengan apa
لَدَيْهِمْ
di sisi mereka
فَرِحُونَ
mereka gembira/bangga

Fataqaţţa`ū 'Amrahum Baynahum Zuburāan Kullu Ĥizbin Bimā Ladayhim Fariĥūna.

Kemudian mereka terpecah belah dalam urusan (agama)nya menjadi beberapa golongan. Setiap golongan (merasa) bangga dengan apa yang ada pada mereka (masing-masing).

Tafsir

فَذَرْهُمْ
maka biarkanlah mereka
فِى
dalam
غَمْرَتِهِمْ
kesesatan mereka
حَتَّىٰ
hingga/sampai
حِينٍ
suatu waktu

Fadharhum Fī Ghamratihim Ĥattaá Ĥīnin.

Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai waktu yang ditentukan.

Tafsir

أَيَحْسَبُونَ
apakah mereka mengira
أَنَّمَا
bahwasanya hanyalah
نُمِدُّهُم
Kami memanjangkan/memberikan mereka
بِهِۦ
dengannya
مِن
dari
مَّالٍ
harta
وَبَنِينَ
dan anak-anak

'Ayaĥsabūna 'Annamā Numidduhum Bihi Min Mālin Wa Banīna.

Apakah mereka mengira bahwa Kami memberikan harta dan anak-anak kepada mereka itu (berarti bahwa),

Tafsir

نُسَارِعُ
Kami menyegerakan
لَهُمْ
kepada mereka
فِى
dalam
ٱلْخَيْرَٰتِۚ
kebaikan
بَل
bahkan/tetapi
لَّا
tidak
يَشْعُرُونَ
mereka sadar

Nusāri`u Lahum Fī Al-Khayrāti Bal Lā Yash`urūna.

Kami segera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? (Tidak), tetapi mereka tidak menyadarinya.

Tafsir

إِنَّ
sesungguhnya
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
هُم
mereka
مِّنْ
dari/karena
خَشْيَةِ
takut
رَبِّهِم
Tuhan mereka
مُّشْفِقُونَ
mereka berhati-hati/menjaga diri

'Inna Al-Ladhīna Hum Min Khashyati Rabbihim Mushfiqūna.

Sungguh, orang-orang yang karena takut (azab) Tuhannya, mereka sangat berhati-hati,

Tafsir

وَٱلَّذِينَ
dan orang-orang yang
هُم
mereka
بِـَٔايَٰتِ
dengan/kepada ayat-ayat
رَبِّهِمْ
Tuhan mereka
يُؤْمِنُونَ
mereka beriman

Wa Al-Ladhīna Hum Bi'āyāti Rabbihim Yu'uminūna.

dan mereka yang beriman dengan tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya,

Tafsir

وَٱلَّذِينَ
dan orang-orang yang
هُم
mereka
بِرَبِّهِمْ
dengan Tuhan mereka
لَا
tidak
يُشْرِكُونَ
mereka mempersekutukan

Wa Al-Ladhīna Hum Birabbihim Lā Yushrikūna.

dan mereka yang tidak mempersekutukan Tuhannya,

Tafsir

وَٱلَّذِينَ
dan orang-orang yang
يُؤْتُونَ
(mereka) memberikan
مَآ
apa
ءَاتَوا۟
yang mereka berikan
وَّقُلُوبُهُمْ
dan hati mereka
وَجِلَةٌ
takut
أَنَّهُمْ
sesungguhnya mereka
إِلَىٰ
kepada
رَبِّهِمْ
Tuhan mereka
رَٰجِعُونَ
mereka kembali

Wa Al-Ladhīna Yu'utūna Mā 'Ātaw Wa Qulūbuhum Wa Jilatun 'Annahum 'Ilaá Rabbihim Rāji`ūna.

dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan (sedekah) dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya,

Tafsir