Skip to main content

يٰٓاَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبٰتِ وَاعْمَلُوْا صَالِحًاۗ اِنِّيْ بِمَا تَعْمَلُوْنَ عَلِيْمٌ ۗ  ( المؤمنون: ٥١ )

yāayyuhā
يَٰٓأَيُّهَا
wahai
l-rusulu
ٱلرُّسُلُ
para Rasul
kulū
كُلُوا۟
makanlah
mina
مِنَ
dari
l-ṭayibāti
ٱلطَّيِّبَٰتِ
yang baik-baik
wa-iʿ'malū
وَٱعْمَلُوا۟
dan kerjakanlah
ṣāliḥan
صَٰلِحًاۖ
kebajikan/saleh
innī
إِنِّى
sesungguhnya Aku
bimā
بِمَا
dengan/terhadap apa
taʿmalūna
تَعْمَلُونَ
kamu kerjakan
ʿalīmun
عَلِيمٌ
Maha Mengetahui

Allah berfirman, “Wahai para rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Tafsir

وَاِنَّ هٰذِهٖٓ اُمَّتُكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّاَنَا۠ رَبُّكُمْ فَاتَّقُوْنِ  ( المؤمنون: ٥٢ )

wa-inna
وَإِنَّ
dan sesungguhnya
hādhihi
هَٰذِهِۦٓ
ini
ummatukum
أُمَّتُكُمْ
ummat kamu/agama kamu
ummatan
أُمَّةً
ummat/agama
wāḥidatan
وَٰحِدَةً
yang satu
wa-anā
وَأَنَا۠
dan Aku
rabbukum
رَبُّكُمْ
Tuhan kalian
fa-ittaqūni
فَٱتَّقُونِ
maka bertakwalah kepada-Ku

Dan sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.”

Tafsir

فَتَقَطَّعُوْٓا اَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ زُبُرًاۗ كُلُّ حِزْبٍۢ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُوْنَ   ( المؤمنون: ٥٣ )

fataqaṭṭaʿū
فَتَقَطَّعُوٓا۟
maka mereka berputus-putus/pecah-pecah
amrahum
أَمْرَهُم
urusan mereka
baynahum
بَيْنَهُمْ
diantara mereka
zuburan
زُبُرًاۖ
pecahan/golongan
kullu
كُلُّ
tiap-tiap
ḥiz'bin
حِزْبٍۭ
golongan
bimā
بِمَا
dengan apa
ladayhim
لَدَيْهِمْ
di sisi mereka
fariḥūna
فَرِحُونَ
mereka gembira/bangga

Kemudian mereka terpecah belah dalam urusan (agama)nya menjadi beberapa golongan. Setiap golongan (merasa) bangga dengan apa yang ada pada mereka (masing-masing).

Tafsir

فَذَرْهُمْ فِيْ غَمْرَتِهِمْ حَتّٰى حِيْنٍ   ( المؤمنون: ٥٤ )

fadharhum
فَذَرْهُمْ
maka biarkanlah mereka
فِى
dalam
ghamratihim
غَمْرَتِهِمْ
kesesatan mereka
ḥattā
حَتَّىٰ
hingga/sampai
ḥīnin
حِينٍ
suatu waktu

Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai waktu yang ditentukan.

Tafsir

اَيَحْسَبُوْنَ اَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهٖ مِنْ مَّالٍ وَّبَنِيْنَ ۙ  ( المؤمنون: ٥٥ )

ayaḥsabūna
أَيَحْسَبُونَ
apakah mereka mengira
annamā
أَنَّمَا
bahwasanya hanyalah
numidduhum
نُمِدُّهُم
Kami memanjangkan/memberikan mereka
bihi
بِهِۦ
dengannya
min
مِن
dari
mālin
مَّالٍ
harta
wabanīna
وَبَنِينَ
dan anak-anak

Apakah mereka mengira bahwa Kami memberikan harta dan anak-anak kepada mereka itu (berarti bahwa),

Tafsir

نُسَارِعُ لَهُمْ فِى الْخَيْرٰتِۗ بَلْ لَّا يَشْعُرُوْنَ  ( المؤمنون: ٥٦ )

nusāriʿu
نُسَارِعُ
Kami menyegerakan
lahum
لَهُمْ
kepada mereka
فِى
dalam
l-khayrāti
ٱلْخَيْرَٰتِۚ
kebaikan
bal
بَل
bahkan/tetapi
لَّا
tidak
yashʿurūna
يَشْعُرُونَ
mereka sadar

Kami segera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? (Tidak), tetapi mereka tidak menyadarinya.

Tafsir

اِنَّ الَّذِيْنَ هُمْ مِّنْ خَشْيَةِ رَبِّهِمْ مُّشْفِقُوْنَ ۙ  ( المؤمنون: ٥٧ )

inna
إِنَّ
sesungguhnya
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
hum
هُم
mereka
min
مِّنْ
dari/karena
khashyati
خَشْيَةِ
takut
rabbihim
رَبِّهِم
Tuhan mereka
mush'fiqūna
مُّشْفِقُونَ
mereka berhati-hati/menjaga diri

Sungguh, orang-orang yang karena takut (azab) Tuhannya, mereka sangat berhati-hati,

Tafsir

وَالَّذِيْنَ هُمْ بِاٰيٰتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُوْنَ ۙ  ( المؤمنون: ٥٨ )

wa-alladhīna
وَٱلَّذِينَ
dan orang-orang yang
hum
هُم
mereka
biāyāti
بِـَٔايَٰتِ
dengan/kepada ayat-ayat
rabbihim
رَبِّهِمْ
Tuhan mereka
yu'minūna
يُؤْمِنُونَ
mereka beriman

dan mereka yang beriman dengan tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya,

Tafsir

وَالَّذِيْنَ هُمْ بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُوْنَ ۙ  ( المؤمنون: ٥٩ )

wa-alladhīna
وَٱلَّذِينَ
dan orang-orang yang
hum
هُم
mereka
birabbihim
بِرَبِّهِمْ
dengan Tuhan mereka
لَا
tidak
yush'rikūna
يُشْرِكُونَ
mereka mempersekutukan

dan mereka yang tidak mempersekutukan Tuhannya,

Tafsir

وَالَّذِيْنَ يُؤْتُوْنَ مَآ اٰتَوْا وَّقُلُوْبُهُمْ وَجِلَةٌ اَنَّهُمْ اِلٰى رَبِّهِمْ رٰجِعُوْنَ ۙ  ( المؤمنون: ٦٠ )

wa-alladhīna
وَٱلَّذِينَ
dan orang-orang yang
yu'tūna
يُؤْتُونَ
(mereka) memberikan
مَآ
apa
ātaw
ءَاتَوا۟
yang mereka berikan
waqulūbuhum
وَّقُلُوبُهُمْ
dan hati mereka
wajilatun
وَجِلَةٌ
takut
annahum
أَنَّهُمْ
sesungguhnya mereka
ilā
إِلَىٰ
kepada
rabbihim
رَبِّهِمْ
Tuhan mereka
rājiʿūna
رَٰجِعُونَ
mereka kembali

dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan (sedekah) dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya,

Tafsir